PMK Masih Mengancam Ternak di Bangka Belitung

Judnaidy mencontohkan, pada Selasa (9/8/2022) terjadi penambahan 49 hewan yang terkonfirmasi PMK

Editor: suhendri
Bangka Pos/Cepi Marlianto
PETERNAKAN SAPI - Sejumlah sapi berada di sebuah peternakan di Pangkalpinang, Rabu (8/6/2022). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) masih mengancam ternak di Bangka Belitung.

Berdasarkan data Posko Terpadu Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku Provinsi Babel, hingga Rabu (10/8/2022), masih ada 106 sapi terkonfirmasi positif PMK.

Berdasarkan data yang sama, tidak ada kambing yang masih terkonfirmasi positif PMK.

Namun, tercatat ada 280 kambing yang pernah terkonfirmasi penyakit tersebut. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan sapi yang mencapai 3.782 kasus PMK.

"Penyakit mulut dan kuku masih tetap berbahaya, masih terus mengancam hewan ternak. Setiap hari itu kadang masih ada kasus harian, kadang menurun, kadang meningkat," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel, Judnaidy, Kamis (11/8/2022).

Judnaidy mencontohkan, pada Selasa (9/8/2022) terjadi penambahan 49 hewan yang terkonfirmasi PMK, namun pada Rabu (10/8/2022), tidak ada penambahan kasus sama sekali.

Prioritaskan vaksinasi

Judnaidy menyebutkan, pihaknya sejauh ini masih memprioritaskan pemberian vaksin PMK kepada ternak yang masih sehat, dan memiliki nilai ekonomi tinggi, dengan tujuan mengamankan aset.

"Total populasi ternak sapi di Bangka Belitung itu 18.188 ekor, dan target vaksinasi kita 14.640 ekor. Yang sudah divaksin baru 6.268 se-Bangka Belitung, masih cukup banyak kurangnya," ujarnya.

Judnaidy menambahkan, vaksinasi PMK diprioritaskan pada sapi bibit dan sapi perah.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved