Rabu, 8 April 2026

Kabar Belitung

Dinilai Ganggu Keindahan, Wabup Minta Penyewa Poles Jam Gede

Belitung terus berbenah dan mempercantik pusat kota Tanjungpandan menjelang pertemuan G20 pada 7-9 September mendatang.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Adelina Nurmalitasari
Wajah Jam Gede dengan cat tembok dan cat atap yang tampak luntur. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Belitung terus berbenah dan mempercantik pusat kota Tanjungpandan menjelang pertemuan G20 pada 7-9 September mendatang. Perbaikan infrastruktur jalan, pemasangan tiang bendera di Bundaran Satam hingga perbaikan trotoar di Jalan Endek menjadi langkah beautifikasi atau mempercantik wajah Tanjungpandan.

Meski begitu, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie menyayangkan tampilan Jam Gede yang menjadi salah satu ikon karena berada di pusat kota justru tak nampak berubah. Aset pemerintah daerah yang disewa oleh pihak pusat perbelanjaan tersebut tak nampak berbenah sehingga cat atap mulai terkelupas menunjukkan warna hijau, hingga cat putih tembok yang luntur.

"Saya sudah menegur untuk melakukan pemeliharaan karena mengganggu ketertiban umum. Walau aset itu sekarang dikuasai dalam bentuk sewa, tapi kan aset permanennya milik pemerintah daerah. Oleh karena itu jelas, harus menjaga dan merawat aset tersebut," ucap Isyak usai memimpin rapat persiapan G20 bersama pihak terkait di Kantor Bupati Belitung, Senin (15/8).

"Selain mengganggu mata saya, itu juga mengganggu dari sisi aset. Sudah luntur catnya, atapnya warna hitam jadi hijau kembali. Begitu sampai titik nol, yang dilihat itu. Orang duduk di KV Senang, yang dilihat itu, sehingga menurut saya itu sangat mengganggu dan merugikan kita, sementara beautifikasi kota susah dilakukan dengan luar biasa," imbuhnya.

Menurutnya, komunikasi dengan pihak penyewa melalui manajer pusat perbelanjaan sudah dilakukan. Pihak tersebut menjanjikan akan menyelesaikan pembenahan sebelum 20 Agustus.

"Ini sudah tanggal 15, saya akan melihat komitmen. Pegangan pemerintah itu bagaimana komitmen setiap orang untuk menyukseskan G20," ucapnya.

Dia pun menyayangkan kurangnya partisipasi beberapa pihak, padahal pemerintah daerah berupaya menstimulasi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, orang boleh tidak mau mengerti G20,tapi yang harus disadari bahwa event besar seperti ini selalu bisa membawa dampak tidak langsung kepada masyarakat akar rumput. Dampak dari segi ekonomi tersebut dapat mengimbas masyarakat.

"Kalau misal 1.100 orang datang ke sini konsumsi menjadi naik, berimbas pada peningkatan pendapatan penyedia bahan baku, dari ikan, ayam, daging, bumbu, kendaraan operasional, sewa mobil, Anak-anak dipanggil kembali bekerja di restoran, ini kan efeknya luar biasa. Makanya ini harus dijadikan pertimbangan bagi masyarakat agar mau berkolaborasi. Jangan seakan-akan, acara ini hanya pemda yang sibuk," jelasnya.

Isyak mengatakan, penyelenggaraan G20 di Belitung bukan memamerkan kemewahan, tapi menunjukkan keaslian dan keasrian. Sekaligus menunjukkan bahwa Belitung punya masyarakat yang kompak, ramah, jalanan bersih dan taman yang baik.

"Sehingga tidak harus mewah. Yang ujungnya semua delegasi merasakan kenyamanan atau hospitality," katanya.

Dalam mempersiapkan G20, lanjut dia, penataan aset dan non aset yang sudah kedaluwarsa pun akan dilakukan. Terdapat papan nama karatan tulisannya tidak jelas, pesan sosialnya sudah tidak ada, letak rambu tidak tepat sehingga lebih baik dibongkar. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada sampah yang menjadi monumen.

"Kalau dilihat bersama, dari bandara sampai pusat kota, penataannya mulai terlihat, ada warna dan kerapian yang berbeda. Nanti rencananya pada 19 Agustus saya akan mengundang media dan OPD terkait untuk duduk dalam satu bis, kita akan keliling dari bandara sampai venue G20. Kita akan lihat dan tunjukkan apa saja yang sudah dikerjakan dan belum, sehingga menjadi mengerti sebelum dan sesudah," ucapnya.

Ia juga mengimbau agar rasa mencintai sebuah event yang dibuat Indonesia, bendera merah putih dan umbul-umbul yang sudah bagus setelah 17-an tidak perlu dibuka, lanjutkan saja nanti sampai G20 selesai. (del)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved