Selasa, 21 April 2026

Berita Belitung Timur

Radius 200 Meter Otomatis Lolos SPMB, Yunita: Kasihan yang Rumahnya Jauh

Jarak rumah mereka di Dusun Manggarawan, Desa Padang, Kecamatan Manggar, sudah melampaui radius 200 meter dari SMAN 1 Manggar

Editor: suhendri
posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha
TES KEMAMPUAN AKADEMIK - Sejumlah siswa kelas 9 SMPN 2 Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, mengerjakan soal tes kemampuan akademik (TKA), Selasa (7/4/2026). Total ada 113 siswa 9 SMPN 2 Manggar yang mengikuti TKA tahun ini. Tes terbagi dalam tiga sesi setiap harinya dengan pengawasan ketat. Tes kemampuan akademik di SMPN 2 Manggar dibagi menjadi dua gelombang dengan total empat hari pelaksanaan, mulai 6-9 April 2026. 

MANGGAR, BABEL NEWS - Kebijakan yang memastikan calon siswa otomatis diterima pada jalur domisili dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 jika tinggal dalam radius 200 meter dari sekolah, mendapat respons dari Yunita Kusuma (44), warga Kabupaten Belitung Timur.

Yunita Kusuma merupakan orang tua dari Adelia Wijaya, siswi kelas 9 SMPN 2 Manggar, yang sebentar lagi akan melanjutkan pendidikan ke tingkat SLTA.

Yunita menyebutkan putrinya sangat ingin melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Manggar.

Namun, jarak rumah mereka di Dusun Manggarawan, Desa Padang, Kecamatan Manggar, sudah melampaui radius 200 meter dari SMAN 1 Manggar.        

"Kalau ditanya mau masuk mana, anaknya (Adelia Wijaya–red) pengin banget ke smansa (SMAN 1 Manggar–red). Tetapi kalau aturan radius 200 meter itu berlaku, rasanya (anak) kami yang di Manggarawan tetap enggak bakal bisa langsung masuk," ujar Yunita kepada Pos Belitung, Selasa (7/4/2026).

Terlebih, kata Yunita, ring satu yang mencakup wilayah terdekat dari sekolah mendapatkan alokasi terbesar, yakni 60 persen dari total kuota jalur domisili, membuat kuota di ring selanjutnya makin sedikit.

Ia menuturkan, seandainya 60 persen kuota di ring satu sudah dihabiskan oleh calon siswa yang jarak rumahnya dekat sekolah, maka sisa peluangnya tinggal di ring dua dan tiga serta melalui jalur prestasi.

Karena itu, menurut Yunita, kebijakan tersebut terasa kurang adil bagi warga di wilayah seperti Manggar dan Belitung Timur secara umum.

Di Kecamatan Manggar, smansa adalah satu-satunya SMA negeri. Berbeda dengan wilayah yang memiliki sebaran SMA negeri yang cukup banyak. 

"Kita di Manggar ini SMA negerinya cuma satu, pilihannya enggak banyak. Kasihan sama yang rumahnya jauh-jauh, tetapi pengin ke smansa. Pilihannya itu enggak ada yang lain karena penuh," kata Yunita.

Dia pun berharap, jalur prestasi memberi kuota yang signifikan agar anak-anak yang memiliki kemampuan akademik luar biasa tidak terbuang hanya karena rumah mereka berjarak cukup jauh dari sekolah.

"Harapan saya, peluang dari sisa kuota itu benar-benar ada untuk kami. Kasihan anaknya kalau sudah punya minat besar, tetapi terganjal jarak yang sangat sempit itu," tutur aparatur sipil negara (ASN) tersebut.

Yunita ingin putrinya tetap optimistis meski bayang-bayang kegagalan masuk sekolah impian bisa saja muncul di benaknya.

"Kalau memang nantinya tetap tidak lolos, ya mungkin pilihannya ke SMK atau sekolah di Damar. Tetapi sebagai orang tua, saya tetap ingin perjuangkan keinginan anak saya untuk masuk smansa," tuturnya.

Khusus jalur domisili 

Sebelumnya diberitakan, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan calon siswa yang tinggal dalam radius 200 meter dari sekolah akan otomatis diterima dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved