Berita Bangka Barat

Satpol PP Bangka Barat Gelar Penertiban Pelanggar Perda Tibum, Lima Lapak PKL Dibongkar

Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangka Barat menertibkan lima lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berada di kawasan Pasar Kecamatan Muntok.

Bangka Pos/Yuranda
PENERTIBAN - Personel Satpol PP Babar saat menertibkan pedagang kaki lima yang melanggar Perda Tibum di kawasan Pasar Kecamatan Muntok, Rabu (31/8). 

MUNTOK, BABEL NEWS - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Bangka Barat menertibkan lima lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berada di kawasan Pasar Kecamatan Muntok, Babar, Rabu (31/8). Penertiban PKL itu dilaksanakan karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2020 tentang ketertiban umum (Tibum).

Lima lapak PKL yang melanggar itu yakni dua di jalan utama satu arah dan tiga lapak lainnya melanggar perda keterlibatan umum lantaran tata letak, tempat, jenis bangunan segala macam itu tidak jelas.

Kepala Satpol PP dan Damkar Babar, Sidarta Gautama mengatakan, sebelumnya Satpol PP telah mengimbau PKL untuk menata lapaknya guna menciptakan penataan ruang yang lebih baik wilayah itu. "Di giat operasi yustisi ini ada lima lapak PKL melanggar Perda Tibum dan kami tertibkan dan kami lakukan dalam rangka penegakkan Perda," kata Sidarta Gautama.

Ia mengungkapkan, sebelum melakukan penindakan ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan sudah memberikan batas waktu bagi para pedagang untuk memindahkan lapaknya. "Sebelum sudah diberitahu. hari ini kami tinggal melakukan kegiatan penertiban, mana yang melanggar dan masih membandel serta masih juga belum mengindahkan itu yang kita tertibkan," ujar Darta, sapaan akrabnya.

Menurutnya, para pedagang yang terjaring razia, kebanyakan berjualan di luar jalur yang dibolehkan oleh pemerintah untuk menjajakan dagangannya. "Kebanyakan pelanggar sudah di luar jalur, seperti di atas trotoar, di atas bandar, bahu jalan, jadi banyak yang dilanggar," katanya.

Ia juga mengatakan lima pedagang yang terjaring razia kali ini, langsung digiring ke Pengadilan Negeri untuk disidang. "Sidang pelanggaran Perda, pasal berapa, apa yang dilanggar segala macam itu sudah kita siapkan," ujarnya.

Selain penertiban Perda, diakuinya, kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk mengoptimalisasi pendapatan asli daerah (PAD). "Kita harapkan dengan tertata ini ke depan PAD dari sektor pedagang ini bisa masuk retribusinya," ucapnya.

Sebelumnya, Satpol PP Kabupaten Bangka Barat mengimbau para pedagang kaki lima di kawasan pasar di Kecamatan Muntok, untuk tak yang berjualan di trotoar, Jumat (26/8). Imbauan ini guna menciptakan penataan ruang yang lebih baik wilayah tersebut.

Kepala Satpol PP dan Damkar Babar, Sidarta Gautama meminta agar para pedagang tidak meletakkan lapak dagangannya di trotoar. "Kami imbau ini untuk menciptakan penataan ruang yang lebih tertib di lokasi tersebut. Sosialisasinya memberikan penjelasan terkait edukasi penataan bagi pedagang kaki lima," kata Sidarta Gautama.

Menurutnya, masih banyak yang harus ditata dan masih banyak juga yang harus dirapikan. "Intinya agar lebih baik dan biar lebih cantik," ujarnya.

Sidarta menambahkan, pihaknya memberikan waktu ke para pedagang untuk menyesuaikan lapak dagangannya agar menciptakan kondisi yang nyaman dan rapi. "Kami berikan deadline kepada pedagang untuk merapikan dagangannya. Imbauan ini agar mematuhi ketentuan terkait dengan penataan para pedagang pasar di Kota Muntok," ucapnya. (ynr)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved