Kabar Pangkalpinang

UMKM Bangka Belitung Makin Eksis ke Mancanegara

Pandemi Covid-19 yang melanda hampir tiga tahun terakhir sangat berimbas terhadap lini usaha, khususnya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Sela Agustika
Geliat pelaku UMKM di Kota Pangkalpinang saat mengikuti Bazar UMKM. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pandemi Covid-19 yang melanda hampir tiga tahun terakhir sangat berimbas terhadap lini usaha, khususnya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Namun di era new normal dan aktivitas masyarakat yang mulai kembali aktif turut memberi dampak positif bagi pelaku UMKM di Bangka Belitung.

Geliat pelaku UMKM ini terlihat semakin eksis. Pasalnya saat ini berbagai event atau kegiatan mulai aktif kembali diselengarakan. Bahkan para pelaku UMKM di Pangkalpinang pun mengaku jika saat ini bisnis usaha yang digeluti mulai kembali normal.

Owner Dapur Ibook Eliza Saputri yang menjual aneka lauk dan camilan ini menyebut jika bisnis usaha yang digeluti saat ini kembali menggeliat pasca pandemi Covid-19 melanda.

Ia juga mengaku, jika omzet yang didapat pun sudah kembali normal, bahkan melebihi target harian biasanya apabila ada event bazar yang digelar.

"Alhamdulillah kalau saat ini usaha kembali normal, omzet juga sudah seperti biasanya, bahkan kadang lebih, apalagi kalau ada event bazar ini omzet bisa dua kali lipat dari biasanya," ungkap Eliza kepada Bangka Pos Group, Rabu (31/8).

Ia mengatakan, aneka produk camilan olahannya, khususnya aneka sambal seperti ikan teri dan paru bukan hanya dipasarkan di Bangka Belitung, namun juga sudah ke luar daerah seperti Jakarta, Palembang, Jambi dan daerah lainnya.

Bisnis aneka lauk pauk dan camilan yang sudah digeluti sejak 2017 lalu ini kian eksis dan meraup pundi-pundi rupiah yang menghasilkan.

"Sebelumnya kita jual di rumah, nitip dan via online. Alhamdulillah bulan ini rencananya juga kita sudah buka ruko Dapur Ibook. Kalau untuk omzet saat ini rata-rata per hari bisa kurnag lebih di kisaran 5 juta rupiah dan kalau ada event bisa dua kaki lipat, kita juga produksi lebih banyak bahkan tambah pegawai," ujar Eliza.

Ia bilang, selama pandemi Covid-19 pemesanan melalui via online justru mendongkrak usahanya terus bertahan.

"Waktu pandemi kemarin merasa juga dampaknya, namun karena kita terus gencar promosi melalui WA, Instagram, Facebook jadi karena kita produksi olahan makanan, penjualan kita lumayan baik," katanya.

Aneka makanan ini pun dijual dengan harga yang bervariasi yakni, mulai dari Rp30 ribu untuk aneka sambel dan juga produk lauk pauk lainnya.

Sementara itu geliat bisnis UMKM yang juga terus eksis ini juga dirasakan oleh kerajinan tangan lidi nipah, Deshanda Craft.

Bahkan keberadaan aneka produk kerajinan dari lidi nipah ini pun dikenal sebagai brand kerajinan dari Bangka Belirung yang tidak hanya dilirik oleh masyarakat lokal, akan tetapi tembus ke mancanegara.

"Alhamdulillah bisnis kerajinan lidi nipah sekarang ini sedang baik-baiknya. Dukungan Pemprov, PT Timah dan Bank Indonesia kerajinan lidi nipah mulai terangkat ke permukaan. Bahkan saat ini sedang dipromosikan ke luar negeri untuk ekspor," ujar Owner Deshanda Craft Eva.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved