Berita Pangkalpinang

30 Sapi di Babel Masih Terjangkit PMK

Satgas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kepulauan Bangka Belitung mencatat, masih ada 30 sapi yang terjangkit PMK di wilayahnya.

Dokumentasi Bangka Pos
Ketua Sekretariat Puskodalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Satgas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kepulauan Bangka Belitung mencatat, masih ada 30 sapi yang terjangkit PMK di wilayahnya hingga per 30 Agustus 2022. Jumlah ini, merupakan sisa dari akumulasi 4.093 hewan ternak yang terjangkit PMK.

Kabid Pencegahan Satgas PMK Babel, Mikron Antariksa mengatakan, persentase kesembuhan hewan ternak sudah mencapai 95 persen. "Angka kesembuhan ini menunjukan dari tingkat atas dan kabupaten bertindak searah. Ada beberapa kasus di beberapa provinsi yang nol, di kita ada beberapa lagi yang sakit, yakni sapi," ujar Mikron disela-sela rapat koordinasi Satgas PMK di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Babel, Kamis (1/9).

Ia menjelaskan, saat ini, sudah 9.068 hewan ternak dari total 17.621 hewan ternak di Babel yang sudah divaksin PMK. "Jadi koordinasi berjalan baik, dari sisi manajerial dan kemudian menggerakan kawan di lapangan itu baik, sehingga kami koordinasi di kabupaten/kota lancar. Tapi memang ada kabupaten/kota yang belum ada Satgas dan ada yang masih dalam proses," kata Mikron.

Diakuinya, saat ini kasus PMK di Babel terjadi penurunan bila dibandingkan beberapa waktu. "Di kita itu karena populasi sedikit tetapi karena jumlah positif banyak jadi persentase tinggi, kita sempat masuk ketiga besar saat Iduladha, secara bertahap kita melakukan upaya pencegahan, salah satu kita tidak menerima hewan dari Lampung dan mesti melampirkan surat sehat untuk membawa hewannya, maka jadi penurunan kasus," ujarnya.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Satgas PMK Pusat, Jarwansah mengatakan, berbagai langkah pengendalian dilakukan untuk menekan laju penularan kasus PMK dalam satu bulan terakhir. "Strategi utama penanganan PMK, yakni pengobatan, vaksinasi, biosecurity, dan potong bersyarat," kata Jarwansah. (s2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved