Berita Bangka Tengah

Tiap Kecamatan Masih Butuh PJU, Dinperkimhub Bangka Tengah Upayakan Pemerataan Pemasangan

Dinperkimhub Bangka Tengah mencatat, masih ada beberapa titik di wilayahnya yang memang masih perlu diberi lampu penerangan jalan umum (PJU).

Bangka Pos/Arya Bima Mahendra
LAMPU PJU - Kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU) yang rencananya bakal ditambah kembali di Kota Koba, Bateng, Senin (4/4). 

KOBA, BABEL NEWS - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Dinperkimhub) Bangka Tengah mencatat, masih ada beberapa titik di wilayahnya yang memang masih perlu diberi lampu penerangan jalan umum (PJU). Hal ini disampaikan Kepala Bidang Perhubungan Dinperkimhub Bateng, Fernando, Rabu (14/9).

Fernando mencontohkan, di Kecamatan Lubuk Besar yang memang masih cukup banyak kebutuhan untuk pemasangannya. Selain itu, di sepanjang ruas Desa Penyak hingga Desa Namang juga perlu dipasang banyak lampu PJU karena kerap menjadi keluhan masyarakat.

"Sebenarnya setiap kecamatan itu pasti masih butuh PJU, terutama di jalan-jalan desa. Makanya semua wilayah kita bagi supaya pemasangannya merata," kata Fernando.

Menurutnya, pemasangan lampu PJU bukan hanya menjadi tugas Dishub tingkat kabupaten. Pasalnya, ada beberapa titik yang menjadi ranah langsung dari Kementerian Perhubungan, dishub provinsi ataupun pemerintah desa.

"Jadi sebenarnya di pemerintah desa juga ada anggaran untuk lampu jalan. Tapi selama ini keluhan masyarakat kan selalu ke kabupaten. Tapi setiap keluhan akan selalu kami tampung dan tetap kami koordinasikan," jelasnya.

Pajak penerangan
Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bateng juga mencatat penerimaan pajak dari lampu penerangan jalan umun (PJU) telah mencapai angka 73 persen per September tahun 2022. "Dari data terbaru kita, penerimaan pajak PJU sudah mencapai Rp8,8 miliar dari target kita tahun ini yaitu Rp12,1 miliar," ucap Sekretaris BPPRD Bateng, Hendry Fransius.

Hendry menjelaskan, jika mengacu pada Undang-Undang nomor 28 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah, pajak PJU maksimal hanya dibebankan sebesar 10 persen. "Setiap daerah biasanya berbeda-beda tergantung Perda (peraturan daerah) masing-masing. Untuk di Bangka Tengah kita tetapkan 10 persen," jelasnya.

Ia mengakui, pendapatan yang terkumpul dari pajak PJU maupun pajak-pajak lainnya serta sumber PAD (pendapatan asli daerah) akan dikumpulkan secara kolektif. Kemudian, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang akan menyusun pos-pos keperluan APBD di Bangka Tengah untuk tahun selanjutnya.

"Jadi pendapatan yang diterima dari pajak PJU tidak mesti diperuntukan untuk PJU juga. Semuanya akan disalurkan ke pos-pos lainnya seperti kesehatan, perbaikan jalan, pendidikan dan lain sebagainya sesuai dengan skala prioritas yang ada," ungkapnya.

Menurut Hendry, jika melihat angka PAD Bangka Tengah secara keseluruhan, maka pajak dari PJU hanya menyumbangkan sekitar 0,12 persen saja. "PAD kita kan sekitar Rp1 triliun dan dari pajak ini hanya Rp12 miliar lebih," ujarnya.

Hendry mengungkapkan, untuk tahun ini, pajak PJU di Bangka Tengah memilik target tertinggi kedua dibandingkan dengan subjek pajak lainnya. "Di Bangka Tengah ada 11 subjek penerimaan pajak. dan PJU ini target penerimaannya tertinggi nomor dua setelah pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB)," pungkasnya. (u2)

Tenaga Listrik PLN
KEPALA Bidang Perhubungan Dinperkimhub Bateng, Fernando mengatakan, saat ini total ada 1.600 PJU yang tersebar di berbagai titik yang ada di seluruh kecamatan di wilayahnya. Menurutnya, dari jumlah tersebut, 1.144 lampu di antaranya, sudah memakai tenaga listrik dari PLN. Sedangkan, sisanya masih berbasis tenaga surya.

Menurutnya, lampu PJU dari tenaga listrik PLN dianggap memiliki kelebihan daripada lampu PJU tenaga surya. Salah satunya, dari segi perawatan yang jauh lebih mudah dan lebih hemat.

"Untuk yang tenaga surya, perawatannya jauh lebih susah karena kita harus rutin membersihkan panel suryanya. Selain itu, spare part lampu PJU tenaga Surya juga kerap dicuri, terutama akinya," ujar Fernando, Rabu (14/9).

Pihaknya juga mengupayakan agar seluruh lampu PJU yang ada di wilayahnya, diganti menggunakan lampu tenaga listrik PLN. "Untuk tahun ini kami ada penambahan pemasangan sebanyak 231 lampu PJU baru. Tahun depan juga kami dapat alokasi untuk pemasangan 250 lampu PJU. Dan itu semua berbasis tenaga listrik PLN karena kami tidak lagi melakukan pengadaan lampu PJU tenaga surya," jelasnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved