Kabar Pangkalpinang

Sepeda Listrik Tren Bisnis Menjanjikan

en sepeda listrik (selis) diawali sejak awal tahun lalu, mulai bermunculan di Alun-alun Taman Merdeka (ATM) Pangkalpinang untuk disewakan.

Editor: Rusaidah
Istimewa/Dok. Rizky Anjar Sakti
Penyewaan sepeda listrik (selis) di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Tren sepeda listrik (selis) diawali sejak awal tahun lalu, mulai bermunculan di Alun-alun Taman Merdeka (ATM) Pangkalpinang untuk disewakan.

Tren ini rupanya terus dirasakan oleh masyarakat hingga saat ini, tidak hanya disewakan namun banyak yang ingin menggunakannya secara pribadi dan menjadi kendaraan operasional sehari-hari menggantikan motor.

Seperti Igun, warga Kecamatan Parittiga ini membelikan sepeda listrik untuk anaknya yang kini masih duduk di bangku SMP.
Kata Igun, sepeda listrik lebih aman untuk anak-anak dan lebih simpel untuk digunakan.

"Kalau mau kasih motor umurnya belum cukup, dari pada bahaya sudah belikan sepeda listrik aja. Harganya lebih murah juga, lebih aman apalagi saat ini bensin mahal jadi lebih terjangkau tidak perlu isi bensin," ungkap Igun kepada Bangka Pos Group, Senin (19/9).

Menurutnya, sepeda listrik tidak hanya simpel tapi lebih nyaman digunakan sebab tidak berat dan tidak menimbulkan kebisingan.
"Bahkan tidak hanya dibawa anak saya ke sekolah tapi saya juga sering pakai untuk keliling-keliling kemana saja. Pakainya enak tidak berat, tidak berisik, pokoknya enaklah, kalau ngecas biasanya malam," sebutnya.

Senada dengan Memei, warga Kelurahan Bintang Pangkalpinang membelikan sepeda listik untuk orang tuanya.

Kata Memei, sepeda listrik lebih aman digunakan orang tua ketimbang motor yang bobotnya lebih berat.

"Kalau sepeda listrik lebih ringan, tinggal berikan helm juga sebagai pelindung kepala. Untuk orang tua saya rasa lebih aman, jadi belikan selis saja, kalau sepeda biasa kasihan capek," ujar Memei.

Beda dengan Rizky Anjar Sakti, pemuda asal Kota Pangkalpinang ini bisa disebut pencetus bisnis sewa sepeda listrik pertama di Kota Pangkalpinang sejak awal tahun 2022 lalu.

Kata Anjar, bisnis sewa selis hingga saat ini masih terus berjalan, bahkan ia yakin bisnis sewa ini akan terus berjalan seiring dengan kemajuan dan perkembangan Kota Pangkalpinang.

"Awalnya mulai tertarik bisnis ini gara-gara boomingnya skuter. Terus saya lihat skuter tidak bisa boncengan dan anak-anak tidak bisa pakai. Tante saya saranin untuk buka (sewa) sepeda listrik saja. Kalau selis ini penikmatnya bisa semua, baik orang tua dan lainnya," ujar Anjar.

Dia menyebut, untuk hari biasa penyewaan selis bisa 10 hingga belasan orang, sedangkan hari weekend bisa hingga puluhan. Biaya sewa diberikan per menit Rp1.500 atau per 30 menit Rp45 ribu.

"Kalau sekarang Alhamdulillah, cuma kalau hujan kita masih terkendala karena tidak bisa buka. Kalau bisnis selis saya rasa kedepan masih terus bisa berjalan, bahkan kami bise disebut pelengkap meriahnya Alun-alun Taman Merdeka (ATM) Pangkalpinang," sebutnya.

Diakui Anjar, selis memang tidak sebooming awal-awal kemarin mengingat sudah banyak juga kompetitor penyewa selis di kawasan Alun-alun Taman Merdeka. (t2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved