Kabar Pangkalpinang

Pedagang Pasar Khawatir Sepi Pembeli, Beberapa Harga Bahan Pangan Mulai Turun

Hampir satu bulan setelah pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertalite menjadi Rp10 ribu per liter.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Pembeli membeli bahan kebutuhan pokok di Pasar Trem Pangkalpinang, Jumat (30/9). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Hampir satu bulan setelah pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertalite menjadi Rp10 ribu per liter. Hingga Jumat (30/9), sejumlah kebutuhan pokok (bahan pangan) di Pangkalpinang masih terpantau normal.

Pedagang di pasar Pangkalpinang mengaku harga-harga masih normal dan tidak ada kenaikan yang sangat signifikan.
Seperti disebutkan Fauzan, pedagang kebutuhan pokok di Pasar Jalan Trem Pangkalpinang, kebutuhan pokok seperti telur, minyak goreng hingga beras masih normal.

Bahkan beberapa bahan pangan, kata Fauzan justru terpantau menurun. Seperti minyak goreng yang sebelumnya sempat Rp15 ribu kini kembali ke Rp14 ribu, telur ayam per butir kini Rp1.700 yang sebelumnya sempat menginjak Rp1.900.

"Kalau sekarang normal belum ada kenaikan yang sangat signifikan. Barang-barang aman, stok aman, harga juga stabil, belum ada dampak yang terasa imbas kenaikan harga BBM ini," ujar Fauzan kepada Bangka Pos Group.

Hanya saja menurutnya, kini para pembeli sepi. Entah apa yang menyebabkan pembeli sejak kenaikan BBM itu menjadi menurun.

"Harga naik tidak, cuma pembeli sepi. Kami juga kurang tahu kenapa," ucapnya.

Senada dengan distributor kebutuhan pokok CV Berkah Abadi Retail juga mengaku belum ada kenaikan barang yang begitu signifikan.

Bahkan pengelola CV Berkah Abadi Retail yang enggan disebutkan namanya itu menyebut minyak goreng jenis Fortune justru mengalami penurunan harga.

Sebelumnya, di awal bulan lalu satu karton atau satu kardusnya Rp333 ribu, kini satu karton yang berisi 24 bungkus minyak kemasan 1 liter itu seharga Rp317 ribu.

"Kalau sekarang masih normal, belum ada kenaikan harga yang signifikan. Stok juga aman kalau sekarang," sebut pengelola.

Sementara harga beras Fortune kemasan 5 kilogram Rp59 ribu dan beras Sania kemasan 5 kilogram Rp60 ribu.

"Harapannya tidak akan ada kenaikan setiap bulan. Karena biasanya setiap bulan berubah-ubah, asal jangan naik saja, semua nyaman dan bisa berbelanja," tuturnya.

Sebelumnya, para pedagang sejumlah komoditas seperti cabai dan bawang menunjukkan tren peningkatan cukup banyak.

Seperti disebutkan Sudir, pedagang di Pasar Air Itam Pangkalpinang ini menyebut, kini harga cabai rawit per ons menjadi Rp7.000 dan Rp70 ribu per kilogram. Sementara cabai merah panjang per ons Rp8.000 dan sekilo Rp80 ribu.

Sebelum harga naik, cabai rawit sudah sempat turun menjadi Rp50 ribuan sekilo. Namun kini terus merangkak naik.
Sementara bawang merah per kilogram Rp35 ribu dan per ons Rp4.000 dan bawang putih per kilogram Rp24 ribu dan per ons Rp3.000.

"Kalau bawang sebelumnya sempat Rp28 ribu, namun naik lagi. Seiring naiknya BBM katanya nanti bakal naik lagi malah," sebut Sudir. (t2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved