Berita Pangkalpinang
Sejak 2018, Dua Blok Rusunawa Terbengkalai, Molen: Kita Cari Solusi
Dua blok rumah susun sederhana sewa atau Rusunawa blok A dan B di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, terbengkalai.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Dua blok rumah susun sederhana sewa atau Rusunawa blok A dan B di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung terbengkalai. Kondisi bangunan di dua blok tersebut tampak tak terurus.
Terdapat banyak coretan di hampir setiap dindingnya. Bahkan sejumlah cat dinding di beberapa tembok tersebut sudah mulai mengelupas, begitu juga sebagian sisi tembok sudah mulai diselimuti lumut yang mulai menghijau.
Tak hanya itu, di tempat lain sejumlah ruangan kosong bahkan dijadikan tempat penyimpanan barang rongsok. Itu terlihat dari beberapa karung yang disusun rapi di tempat tersebut berisikan botol bekas.
Menurut keterangan warga sekitar, Nur (45), dua blok Rusunawa tersebut sudah lama tak berpenghuni. Sepengetahuan dirinya, dua blok tersebut sudah tak lagi dihuni oleh masyarakat sejak tahun 2018. "Sudah lama, sekitar 2018-an lah tidak ada yang menempati lagi," kata Nur, Kamis (29/9).
Diakuinya, dahulu dua blok tersebut memang banyak ditempati oleh masyarakat yang menyewa di Rusunawa itu. Bahkan dulu diakui dia cukup ramai, namun sejak beberapa tahun terakhir dua blok rusun tersebut mulai ditinggalkan.
Banyaknya masyarakat yang meninggalkan kawasan tersebut lantaran dipicu beberapa permasalahan. Mulai dari atap yang sering bocor dan masalah air. Hingga akhirnya hanya dua blok rusunawa yang terisi, yakni blok C dan D walaupun tidak penuh.
"Infonya dahulu karena sering bocor sama masalah air jadi banyak yang pindah. Jadi sayang kalau terbengkalai seperti itu," jelas Nur.
Pihak ketiga
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil membenarkan, jika saat ini ada dua blok gedung di Rusunawa yang tidak lagi digunakan dan terbengkalai dan dalam kondisi tidak layak huni. Di mana tidak dilakukannya renovasi dua blok rusunawa tersebut lantaran keterbatasan anggaran.
Sehingga, pihaknya tidak mau memaksakan diri untuk melakukan perbaikan karena dapat menelan anggaran yang tak sedikit. "Kita bertahap, karena keterbatasan anggaran juga kita nggak bisa memaksakan diri," ucap Molen, sapaan akrabnya.
Molen menuturkan, pihaknya memang terus bekerja cepat untuk melakukan pembenahan satu per satu rusun tersebut sehingga dapat kembali layak untuk dihuni oleh warga Pangkalpinang. Berbagai upaya sendiri telah dilakukan pemerintah kota supaya kawasan itu bisa digunakan kembali.
Mulai dari mengajak kerja sama pihak ketiga dalam mengelola dua blok rusun yang terbengkalai itu untuk dijadikan penginapan. Di mana pemerintah kota telah mengajak kerja sama dengan OYO atau pihak perhotelan, namun ternyata gagal.
"Kemarin kita kerja sama dengan OYO tapi gagal, masih kita pending dulu. Kalau dikerjakan dengan OYO kan kita enggak mengeluarkan duit," jelasnya.
Pihaknya juga terus menggenjot perbaikannya dua blok rusun lainnya yang saat ini ditempati oleh beberapa penyewa. Di mana secara pelan-pelan terus diperbaiki agar masyarakat merasa nyaman. "Tetapi boleh dilihat, ini beberapa blok lainnya sudah bagus, pelan-pelan saat kita cari solusi," ucapnya.
Molen memastikan, pihaknya akan berkomitmen menata ulang aset-aset milik pemerintah kota yang terbengkalai untuk dibenahi kembali. Termasuk lapangan sepak bola di belakang Rusunawa yang merupakan aset pemerintah.
"Kita cari solusi-solusi yang terbaik, aset kita yang terbengkalai lainnya mulai kita benahi, termasuk lapangan bola saya juga kaget kok dibiayai oleh masyarakat, itu tidak boleh, seharusnya kita pemerintah," pungkas Molen. (u1)
Usulkan Rp7,5 M
PEMERINTAH Kota Pangkalpinang memastikan akan memperbaiki dua blok rumah susun sederhana sewa atau Rusunawa di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung yang terbengkalai.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Pangkalpinang, Bartholomeus Suharto mengatakan, untuk melakukan perbaikan dua blok rusun yang terbengkalai tersebut memerlukan anggaran yang cukup banyak. Di mana untuk perbaikan dua blok itu dibutuhkan anggaran sekitar Rp7,5 miliar.
"Untuk blok yang rusak kita sedang mengusulkan bantuan anggaran ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR-Red) di tahun 2023 sebesar Rp7,5 miliar," ujar Suharto.
Menurutnya, blok A dan B rusunawa tersebut mengalami kerusakan yang cukup berat. Sehingga untuk perbaikan harus dilakukan secara bersama-sama tidak bisa dikerjakan satu per satu.
Di mana terdapat 192 ruangan yang harus diperbaiki di dua blok rusun yang terbengkalai itu. Rata-rata mengalami kerusakan bocor dan perlu beberapa dilakukan renovasi untuk dapat digunakan kembali. "Satu lantai itu ada 24 ruangan, dan satu blok itu ada empat lantai. Jadi total ada 96 ruangan di dalam satu blok. Kalau dua blok berarti ada 192 ruangan yang harus kita perbaiki," jelasnya.
Di samping itu lanjut dia, saat ini dari empat blok rumah susun yang ada hanya dua blok yang dapat dimaksimalkan untuk digunakan. Dua blok itu yakni blok C dan D yang berada di bagian belakang.
Saat ini dua blok tersebut telah dihuni sekitar 150 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 382 jiwa. Di mana rusun tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah. "Rusun ini khusus bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, ini sebagai upaya pemerintah untuk membantu masyarakat," ucapnya.
Meskipun demikian kata Suharto, untuk biaya yang dikenakan bagi masyarakat yang menempati rusunawa juga berbeda-beda setiap lantai. Di mana semakin tinggi lantai, biaya sewa per bulannya justru semakin murah.
Untuk di lantai dasar dan pertama, masyarakat cukup membayar sekitar Rp250 per bulan. Di lantai dua Rp225 ribu per bulan. Lantai tiga Rp200 ribu per bulan. Serta paling murah berada di lantai empat Rp175 ribu per bulan. "Biaya sewa itu sudah termasuk air, jadi cukup murah," pungkasnya. (u1)
PERSYARATAN TINGGAL DI RUSUNAWA
Membuat surat pernyataan menghuni Rusunawa
Melampirkan surat keterangan belum memiliki tempat tinggal sendiri
Fotokopi KTP suami atau istri
Fotokopi kartu keluarga
Membayar uang jaminan selama tiga bulan di muka
Membayar uang sewa bulanan pertama
Menyerahkan map folio sebanyak dua lembar dan pas photo ukuran 4 x 6 sebanyak dua lembar - Diprioritaskan warga Pangkalpinang berpenghasilan rendah
Sumber: Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pangkalpinang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/RUSUNAWA.jpg)