DPRD Kota Pangkalpinang Sebut Pembangunan RKB Sudah Dipertimbangkan Matang

Berdasarkan perhitungan, jumlah siswa SD yang lulus pada 2023 lebih banyak dari daya tampung yang tersedia di SMP.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Cepi Marlianto
Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Kota Pangkalpinang, Rudi Kurniawan Yahya. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Rencana pembangunan lima ruang kelas baru (RKB) di dua SMPN di Pangkalpinang sudah dipertimbangkan secara matang oleh eksekutif dan badan legislatif.

Demikian disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Pangkalpinang, Rudi Kurniawan Yahya.

Rudi mengatakan, rencana pembangunan lima RKB tersebut telah dihitung berdasarkan jumlah siswa SD negeri maupun swasta yang lulus dan daya tampung SMP negeri dan swasta di Pangkalpinang.

Berdasarkan perhitungan, jumlah siswa SD yang lulus pada 2023 lebih banyak dari daya tampung yang tersedia di SMP.

"Ini sudah dipertimbangkan oleh DPRD serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah lulusan SD dengan jumlah kursi SMP yang ada di Pangkalpinang masih kekurangan. Jumlah itu digabung dengan SMP negeri dan swasta," kata Rudi, Senin (10/10/2022).

Sekadar diketahui, Pemerintah Kota Pangkalpinang mengalokasikan anggaran Rp1,8 miliar untuk membangun lima RKB dan renovasi dua SMP negeri di Pangkalpinang.

Rinciannya, Rp1.136.005.500 untuk membangun tiga RKB dan renovasi gedung di SMPN 2, dan Rp757.865.900 untuk membangun dua RKB serta renovasi gedung di SMPN 6.

Hingga Kamis (6/10/2022) lalu, proyek tersebut masih dalam proses lelang.

Menurut Rudi, pembangunan RKB sudah sewajarnya dilakukan di SMPN 2 dan SMPN 6. Sebab, SMPN 2 saat ini saja mengalami kekurangan kelas.

"Di mana, dalam satu rombel (rombongan belajar) bisa diisi sampai 40 orang siswa sehingga dibangun tiga ruang kelas baru," ujarnya.

Adapun rencana pembangunan dua RKB di SMPN 6, kata Rudi, untuk persiapan tiga tahun ke depan.

Pasalnya, beberapa daerah cakupan SMP tersebut merupakan daerah padat penduduk.

"Kita bertahap untuk penambahan rombel. Kita prioritaskan SMP 6 karena mempersiapkan dua sampai tiga tahun ke depan. Jangan sampai siswa membeludak baru kita mau buat rombel," tutur Rudi.

Kendati demikian, dia menegaskan, penambahan ruang kelas baru tersebut tidak akan mengganggu atau mengambil jatah kursi SMP swasta di Pangkalpinang.

Menurut Rudi, meski dilakukan penambahan RKB, jumlah lulusan SD pada 2023 masih tetap melebih daya tampung SMP.

Selain itu, Komisi I DPRD Kota Pangkalpinang juga telah menyelenggarakan rapat dengan perwakilan sekolah negeri maupun swasta.

Hasilnya, dinas pendidikan dan kebudayaan setempat dilarang mengambil kuota siswa yang telah disediakan untuk sekolah swasta.

"Kita dalam hal ini DPRD tidak bisa memaksakan siswa itu mau sekolah di mana, kita tidak bisa memastikan. Permasalahannya kenapa sekolah swasta masih sepi, itu di luar wewenang kami," tutur Rudi. (u1)

Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved