Kabar Pangkalpinang

Lapas Perempuan Berupaya Tingkatan Pelayanan Publik Berbasis HAM

Lapas Perempuan Pangkalpinang Kemenkumham Babel menerima kunjungan kerja dari Tim Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia (Ditjen HAM).

Editor: Rusaidah
Istimewa/Dok. Lapas Perempuan
Lapas Perempuan Pangkalpinang Kemenkumham Babel menerima kunjungan kerja. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Pangkalpinang Kemenkumham Babel menerima kunjungan kerja dari Tim Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia (Ditjen HAM).

Tim Ditjen HAM yang melakukan tinjauan lapangan dipimpin oleh Koordinator Publikasi Media Direktorat Fasilitasi dan Informasi HAM, Fenti Wulandari beserta rombongan, Kamis (3/11).

Tim Ditjen HAM diterima langsung oleh Kalapas Perempuan Pangkalpinang, Hani Anggraeni beserta pejabat struktural lainnya.
Ketua Tim Ditjen HAM Fenti Wulandari menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi Pelayanan Publik Berbasis Hak Asasi Manusia (P2HAM) pada Lapas Perempuan Pangkalpinang sebagai masukan dan peningkatan Kualitas Pelayanan Publik bagi Penerima Layanan Khusus (Disabilitas, Lansia, Bayi dan Ibu Hamil).

Dalam kunjungan ini tim langsung meninjau Fasilitas P2HAM dimulai dari area depan Lapas hingga ke dalam blok kamar hunian Lapas Perempuan Pangkalpinang.

"Kementerian Hukum dan HAM dalam pelaksanaan P2HAM mengacu kepada Permenkumham Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pelayanan Publik Berbasis HAM, yang merupakan perubahan dari Permenkumham Nomor 27 Tahun 2018 tentang Penghargaan Pelayanan Publik Berbasis HAM," ujar Fenti dalam rilis Lapas Perempuan kepada Bangka Pos Group, Kamis (3/11).

Tim Ditjen HAM juga melakukan penguatan khususnya terkait sarana dan prasarana lainnya yang sesuai dengan indikator P2HAM yang ada di Lapas Perempuan Pangkalpinang.

Kalapas Perempuan Pangkalpinang Hani Anggraeni menyebut, Lapas Perempuan Pangkalpinang berupaya maksimal dengan memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan dan masyarakat, seperti tersedianya sarpras khusus untuk penyandang disabilitas serta adanya Pos Pelayanan Komunikasi Masyarakat (Yankomas).

"Dimulai dari tersedianya guiding block dan kursi roda dari depan Lapas, serta Penerapan Pos Yankomas diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan, pemajuan, penghormatan, pemenuhan HAM di Indonesia," sebut Hani.

Selanjutnya, Hani mengajak rombongan untuk melihat kegiatan Pembinaan Kemandirian berupa salon, merajut dan membatik serta melihat langsung hasil produksi warga binaan.

Hani mengaku, senang dan berterima kasih dengan pelaksanaan kegiatan pemantauan dan evaluasi ini.

"Semoga Lapas Perempuan Pangkalpinang dapat mempertahankan dan meningkatkan Pelayanan Publik Berbasis Hak Asasi Manusia," tuturnya. (*/t2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved