Berita Pangkalpinang
Ridwan Sesalkan Laka Tambang, Imbau Masyarakat Tak Menambang Secara Ilegal
Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin menyoroti kejadian laka tambang yang terjadi di Kabupaten Bangka Selatan.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin menyoroti kejadian laka tambang yang terjadi di Kabupaten Bangka Selatan.
Diketahui, dua pekerja tambang pasir timah Parit 9 Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan alami laka tambang di kolong Mekanik Desa Keposang, Senin (14/11) pagi. Akibat dari laka tambang satu pekerja meninggal dunia, satu orang dilarikan ke rumah sakit.
Ridwan menyesalkan kejadian laka tambang tersebut dan menegaskan tambang tanpa izin itu membahayakan. "Itulah saya bilang, tambang kalau tanpa izin dan segala macam itu membahayakan," ujar Ridwan, Selasa (15/11).
Ia menekankan, pemerintah provinsi berusaha untuk memastikan keselamatan masyarakat dengan mengimbau agar tak menambang secara ilegal. "Jadi tugas pemerintah memang memastikan keselamatan masyarakat, jadi kalau saya bilang jangan nambang ilegal, ikut sajalah, jangan demo-demo menentang soal pertambangan ilegal," katanya.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Basel, dr Muhammad Fauzan saat beraudiensi dengan Pj Gubernur Babel, juga pernah menyinggung tambang timah ilegal yang berdampak juga bagi kesehatan. "Untuk pertambangan itu tidak ada hubungannya (kesehatan-red), karena yang membahayakan itu masih ada tambang ilegal seperti tambang yang menggunakan TI selam, itu bahaya, merusak paru-paru para penyelam itu," ujar Fauzan beberapa waktu lalu.
Menyikapi kondisi ini, dr Fauzan berharap ada perhatian dari pemerintah untuk bisa mengambil sikap. "Kemarin (Laka tambang-red), di Bangka Selatan ada yang meninggal, karena dia laka tambang, TI selam dan kena runtuhan pasir, ada itu," katanya.
Sebelumnya diberitakan, tambang timah di kawasan Kolong Mekanik, Desa Keposang, Bangka Selatan, Senin (14/11) pagi, longsor. Dua orang penambang yang sedeang bekerja tertimbun lonsoran tanah. Satu di antaranya tewas seketika di lokasi setelah terkubur hidup-hidup.
Korban meninggal adalah Jumardin alias Mardin (35) warga Parit 9, Desa Gadung, Kecamatan Toboali. Sedangkan rekan Mardin, Rizal (42) menderita luka parah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Informasi yang berhasil dihimpun, insiden berujung maut itu terjadi, Senin (14/11/2022) sekira pukul 11.30 WIB. Saat itu, sejumlah pekerja tengah melakukan akitivitas menambang pasir timah di kawasan Kolong Mekanik.
Menurut keterangan saksi Fandi (19), sebelum kejadian Mardin dan Rizal sedang berada di dalam lubang camui untuk mengeringkan air yang menggenangi lokasi tambang.
Namun tiba-tiba gundukan tanah yang berada di pinggiran lubang camui longsor. Mardin dan Rizal yang berada di dalam lubang tidak dapat menghindar sehingga langsung terkubur runtuhan tanah.
Sejumlah penambang lain yang berada dekat lokasi, termasuk Fandi yang sedang berada di pondok TI, segera lari berhamburan untuk menolong korban. "Kami sempat mendengar ada teriakan longsor, longsor!...Disusul kemudian suara gemuruh longsoran tanah,' ujar Fandi kepada Bangka Pos ditemui di rumah duka, Senin (14/11) sore.
Lanjut Fandi, saat mereka tiba di lokasi mendapat korban Rizal terkubur sebatas leher dalam kondisi setengah tidak sadarkan diri karena terluka parah. Sedangkan Mardin, kata Rizal menurut rekan kerjanya yang lain hilang terkubur longsoran tanah bercampur lumpur.
Kemudian, upaya pencarian terhadap korban dilakukan. Mardin ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB, setelah satu jam pencarian dalam keadaan sudah meninggal dunia.
Jenazah korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka. Sedangkan penambang lainnya yang tak sadarkan diri langsung dilarikan ke RSUD Bangka Selatan. (s2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20220627_Pj-Gubernur-Bangka-Belitung-Ridwan-Djamaluddin.jpg)