Berita Pangkalpinang

10.131 Hewan Ternak Terpasang Penanda Telinga, Sisa 1 Kasus PMK di Babel

Pemprov Babel mencatat saat ini tersisa satu kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayahnya hingga 1 Desember 2022.

Bangka Pos/Edwardi
PAKAN TERNAK - Pemberian pakan ternak sapi diawasi pengelola peternakan. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat saat ini tersisa satu kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayahnya hingga 1 Desember 2022. Hal ini disampaikan Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Babel, drh Judnaidy, Jumat (2/12).

"Kasus PMK kejadian hampir menuju zero kasus, paling kisaran 1 sampai 5, sudah rendah namun kita tetap waspada," kata Judnaidy.

Menurutnya, saat ini data realisasi vaksinasi di Bangka Belitung sudah mencapai 18.078 dosis. Dengan realisasi vaksin tahap pertama 10.114 dosis dan tahap kedua 7.964 dosis.

"Vaksinasi dilakukan dua kali, setelah divaksin pertama nanti sapi divaksin lagi dosis dua pada 6 bulan ke depan. Tahun depan rencana akan dilakukan booster lagi," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah memasang eartag atau penandaan di telinga terhadap 10.131 hewan ternak di Babel. Dengan rincian di Bangka Tengah 3.869 hewan, Bangka 2.114 hewan, Belitung Timur 1.047 hewan, Bangka Selatan 1.034 hewan, Bangka Barat 950 hewan, Belitung 575 hewan dan Pangkalpinang 542 hewan.

Pemasangan eartag bagi sapi yang sudah divaksin penyakit mulut kuku (PMK)ini berguna untuk memudahkan mengetahui riwayat hewan tersebut. Riwayat hewan tersebut mengenai status waktu divaksin, nama pemilik, dan riwayat penyakit atau pengobatan yang pernah dialami (bila ada).

"Penandaan ini masih terus berlangsung, belum rampung, terus berjalan. Jadi nanti kalau sapi dipindah dari satu kota ke kota lain akan terekam," ujar Judnaidy.

Ia mengakui, memang ada kendala-kendala pemasangan eartag di lapangan. "Belum 100 persen karena ada beberapa kendala, sebab sistem pemeliharaan sapi kita ada yang dipeliharakan liar, ada yang tidak diikat jadi harus ditangkap dulu baru bisa diberikan penandaan," katanya.

Diakuinya, pemasangan eartag dilakukan oleh petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan baik kabupaten/kota setempat di wilayah peternakan. Pemasangan eartag ini tidak dikenakan biaya kepada peternak.

"Ini program pemerintah, provinsi dan kabupaten/kota, jadi kawan dinas yang mendatangi pemilik ternak untuk dilakukan vaksinasi kemudian diberikan penandaan," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Agung Suganda meminta adanya penandaan hewan ternak secara masif untuk ke depannya di Babel. "Vaksinasi dimasifkan, penandaannya dimasifkan juga sudah, Insya Allah lalu lintas bisa aman, yang paling penting lagi memberikan jaminan kepada peternak bahwa ternak beridentitas jelas, milik siapa dan soal riwayat vaksinasinya," ujar Agung saat menghadiri acara Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2022, di Taman UMKM Babel, Kamis (29/9).

Diakuinya, pemerintah pusat mendorong setiap daerah untuk segera menekan kasus PMK agar menjadi wilayah yang zero kasus. "Pemerintah pusat mendorong percepatan penanggulangan PMK ini, kami sudah menyiapkan obat, desifektan, vaksin PMK, penandaan ternak yang didistribusikan ke seluruh provinsi, untuk segera diimplementasikan," kata Agung. (s2)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved