Rabu, 20 Mei 2026

Kabar Pangkalpinang

Mengenal Basit Cinda, Sang Organisatoris dan Pebisnis Reklame

Basit Cinda adalah nama pebisnis reklame di Bangka Belitung. Namun siapa sangka Basit Cinda yang kini bisa dikatakan pebisnis sukses.

Tayang:
Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Tangkapan layar Basit Cinda Sang Organisatoris dan Pebisnis saat berdialog bersama Bangka Pos. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Basit Cinda, masyarakat Bangka Belitung pasti tak asing lagi dengan nama tersebut. Nama ini kerap ditemukan di papan reklame besar baik di jalan Kota Pangkalpinang hingga Kabupaten.

Basit Cinda adalah nama pebisnis reklame di Bangka Belitung. Namun siapa sangka Basit Cinda yang kini bisa dikatakan pebisnis sukses itu rupanya memulai bisnisnya itu dari 0 bahkan minus.

Sejak Basit kecil dalam tuturannya dalam Dialog Ruang Tengah bersama Bangka Pos, Jumat (16/12) tak berani bercita-cita, bahkan tak bisa membayangkan ketika besar ia akan menjadi apa.

Mengingat kondisi ekonominya saat itu berkecukupan, impiannya hanya bisa makan teratur, cukup dan kenyang.

Masa remaja, ia habiskan di Merauke ikut transmigrasi bersama orang tuanya kala itu.

Ia tak pernah menyangka bisa menjadi pebisnis seperti saat ini, kedua orang tuanya saat itu hanyalah orang biasa. Ayahnya bekerja di ladang dan ibunya ibu rumah tangga yang membantu berjualan tempe dan taoge.

Mahasiswa lulusan Universitas Indonesia (UI) Jurusan Kesehatan Masyarakat itu selalu mengingat amanah almarhum ayahnya yang selalu berpesan jangan pernah berbuat tidak baik sekalipun kekurangan.

"Dulu umur saya 16 tahun ketika saya mau berangkat merantau ke Lampung saya ingat betul, almarhum ayah saya berpesan jangan pernah takut dikeluarkan dari sekolah hanya karena tidak mampu bayar SPP. Bangsa ini butuh anak-anak muda untuk mengisi kemerdekaan, selama sekolah ini masih sekolah negara," ungkap Basit.

Ia ikut kakaknya bersekolah SMA di Lampung, kemudian melanjutkan perguruan tinggi ke Universitas Indonesia (UI), sempat bekerja di tempat lain dan mengalami banyak tantangan kehidupan. Kemudian, 5 Januari 2005 Basit memutuskan merantau ke Bangka Belitung, kini ia memiliki kedua orang anak perempuan.

Selain menjadi pebisnis sukses, Basit juga suka berorganisasi. Ia sempat menduduki organisasi-organisasi penting seperti Ketua KNPI Kota Pangkalpinang dan sekarang menjabat Ketua Umum MH KAHMI Babel, Ketua Japnas Babel, Ketua Umum ILUNI Babel dan Sekretaris APINDO Babel.

Menurutnya, salah satu cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri adalah aktif bergaul dan berorganisasi.

"Kesadaran akan pentingnya, bagaimana meningkatkan rasa percaya diri sehingga kita berani berbicara, berani memimpin, berani tampil itu bisa dibentuk di dunia organisasi," jelasnya.

Dulu kata Basit, ia terbilang orang yang tidak berani tampil kedepan, bahkan malu untuk duduk paling depan.

"Waktu kuliah ada mata kuliah yang saya cermati, saya ini orangnya migrasi, tidak berani ngomong, tidak berani tampil di depan, makanya duduknya paling belakang. Saya cari sebabnya kenapa saya minder, ternyata sebabnya saya dari kampung dan saya miskin dan kedua orang tua saya keras," tuturnya.

Dia menegaskan, rasa percaya harus dibangkitkan salah satu caranya adalah aktif bergaul dan berorganisasi.

Pria dengan nama lengkap Basit Cinda Sucipto ini menyampaikan, hidup ini harus ada ketekunan dalam segala bidang dan harus lincah dari sisi manapun.

"Di organisasi yang saya pimpin kemarin saya bikin tagline tekun bertumbuh, lincah berjejaring. Jadi untuk kita bisa mengubah status sosial, mengubah intelektual kita butuh ketekunan tidak hanya di dunia usaha. Maka tekun untuk bertumbuh dari yang kecil menjadi besar, dari lemah menjadi kuat, selain itu kita juga harus lincah," jelasnya. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved