503 Warga di Kecamatan Bukit Intan Terima BLT

Secara keseluruhan, program penanganan dampak inflasi ditargetkan menyasar sekitar 2.000 warga.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Cepi Marlianto
PENYALURAN BLT - Pemerintah Kota Pangkalpinang menyalurkan bantuan langsung tunai bahan bakar minyak (BLT BBM) kepada para penerima manfaat di Kecamatan Bukit Intan, Senin (19/12/2022). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang menyalurkan bantuan langsung tunai bahan bakar minyak (BLT BBM) kepada 503 penerima manfaat di Kecamatan Bukit Intan, Senin (19/12/2022). Masing-masing penerima manfaat mendapatkan Rp450 ribu.

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan upaya menanggulangi potensi inflasi karena dampak kenaikan harga BBM.

Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.07/2022 tentang Belanja Wajib dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun Anggaran 2022.

"Ini untuk mengatasi inflasi. Alhamdulillah, oleh pemerintah pusat lagi-lagi Pangkalpinang dapat bantuan. Kita berjuang untuk masyarakat," ujar Molen, sapaan akrab Maulan Aklil, usai penyaluran BLT BBM, Senin (19/12/2022).

Pihaknya, lanjut dia, mengalokasikan dana Rp3,093 miliar untuk penanganan dampak inflasi tersebut.

Dana itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dan dana bagi hasil (DBH). Dua persen dari dana tersebut untuk triwulan terakhir atau sekitar Rp3 miliar, digunakan untuk pengendalian dampak inflasi.

Secara keseluruhan, program penanganan dampak inflasi ditargetkan menyasar sekitar 2.000 warga.

Dari empat format kriteria yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan, yakni bantuan sosial, penciptaan lapangan kerja, subsidi sektor transportasi, dan perlindungan sosial lainnya, Pemerintah Kota Pangkalpinang hanya melakukan intervensi terhadap dua sektor, yakni bantuan sosial dan perlindungan sosial lainnya. Penyalurannya sudah dilakukan sejak awal Desember 2022.

Molen menyebutkan, program BLT BBM juga merupakan upaya menutupi sebagian warga yang tidak mendapatkan bantuan dari program sebelumnya.

Program tersebut adalah jawaban dari pertanyaan masyarakat yang belum pernah mendapatkan bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun program-program lainnya.

"Sekitar 2.000-an orang ini untuk menutupi yang kemarin tidak dapat (bantuan) apa-apa. Kita kejar terus, lumayan bisa membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Molen.

Dikelola 5 OPD

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Pangkalpinang bakal menggelontorkan dana Rp3,093 miliar untuk menanggulangi potensi inflasi karena dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Dana yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil (DBH) tersebut diperuntukkan bagi bantuan sosial dan perlindungan sosial lainnya.

Dana Rp3,093 miliar itu nantinya akan dikelola oleh lima organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Pangkalpinang dan masuk dalam APBD Perubahan 2022 yang telah disetujui.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved