Kabar Belitung

Distributor Dapat Tekan Harga Pakan Ayam

Tingginya harga pakan ternak menjadi satu di antara penyebab meningkatnya harga ayam ras potong yang dijual di Pasar Tanjungpandan.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Adelina Nurmalitasari
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Destika Effenly. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Tingginya harga pakan ternak menjadi satu di antara penyebab meningkatnya harga ayam ras potong yang dijual di Pasar Tanjungpandan.

Berdasarkan pantauan Pos Belitung pada Rabu (18/1), daging ayam dijual seharga Rp43 ribu-Rp45 ribu per kilogramnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung Destika Efenly menyebut akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Intervensi yang paling memungkinkan dilakukan yakni bermitra dengan distributor dan pihak perusahaan agar dapat menekan harga pakan ayam.

"Intervensi paling-paling ajak kemitraan dengan distributor dan pihak perusahaan untuk membantu hal ini. Kalau bisa bukan insiden (sesekali), tapi berkesinambungan," jelasnya.

Harga daging ayam ras potong menjadi satu di antara komoditas yang menyumbang angka inflasi. Selain itu, harga komoditas bumbu dapur dan sayuran, terutama cabai juga memberikan imbas terhadap angka inflasi.

Destika mengatakan dalam upaya pengendalian inflasi, pihaknya akan coba melihat kalender tanam agar dapat diprediksi masa panen sehingga dapat dihubungkan dengan kalender inflasi yang dapat memperkirakan komoditas yang rentan mengalami kenaikan harga saat bulan tertentu.

Masih mengandalkan pasokan kebutuhan dari luar daerah, jumlah pasokan juga mempengaruhi kondisi harga di pasaran. Menurutnya, Januari ini harga komoditas pertanian memang masih tinggi karena belum masa panen. Namun saat Februari nanti harga diperkirakan akan melandai karena beberapa daerah pemasok sudah panen.

"Kalau sebelumnya cabai sempat naik menggila, karena kapal tidak masuk. Mudah-mudahan dengan cuaca mulai stabil, distribusi pangan aman dan daerah pemasok sudah mulai panen," imbuhnya.

Sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan daerah terhadap pasokan dari luar, Destika menyebut di 2023 ini akan diupayakan menekan pasokan dari luar daerah dengan meningkatkan produksi petani lokal. Hal tersebut ditindaklanjuti dengan pemberian bantuan kepada petani dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Berdasarkan pantauan Pos Belitung, harga ayam di Pasar Tanjungpandan berkisar antara Rp43 ribu-Rp45 ribu per kilogram.

Pedagang ayam di Pasar Tanjungpandan, Dedi mengatakan harga jual ayam di lapaknya yakni Rp45 ribu. Harga tersebut bertahan sekitar sebulan terakhir, setelah Desember lalu harga ayam sempat menyentuh harga Rp32 ribu per kilogram.

Menurutnya, harga ayam berpengaruh besar dari harga pakan. Jika harga pakan naik, namun ayam dijual murah, maka peternak akan merugi. Sehingga ia berharap harga pakan ayam dapat diturunkan dan kualitasnya tetap bagus. Harga ayam juga sangat bergantung dari jumlah pasokan.

Sementara itu, pedagang ayam lainnya, Hasbullah menjual ayam seharga Rp43 ribu per kilogram. Menurutnya, harga tersebut cenderung menurun dibandingkan awal tahun yang sempat mencapai Rp50 ribu.

"Kita sebagai pedagang dari peternak ngambil selisih di jarak Rp12 ribu per kilogram. Misalnya Rp30.000 dari peternak, kami jual di pasar Rp42 ribu," jelasnya.

Ia memperkirakan harga ayam bakal turun lagi, karena di peternak dari kemitraan besar akan panen bersamaan. Biasanya saat ayam panen bersamaan, harga ayam cenderung menurun agar ayam bisa keluar. Kondisi ini pun terkadang membuat peternak ayam mandiri tidak mampu bersaing harga jual.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved