Berita Pangkalpinang
Jumlah Kasus HIV yang Ditangani Dinkes Pangkalpinang Meningkat, Tahun Lalu Tembus 133 Kasus
Jumlah kasus HIV yang ditangani Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang mengalami peningkatan.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, jumlah kasus human immunodeficiency virus (HIV) yang ditangani Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, mengalami peningkatan, yakni 121 kasus pada 2024 dan 133 kasus pada 2025.
Kendati demikian, angka tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi kasus HIV di Pangkalpinang.
Pasalnya, fasilitas layanan kesehatan di Pangkalpinang menjadi rujukan dan melayani pasien dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Demikian disampaikan Ketua Tim Kerja Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Budi Susilo.
"Kasus ini bukan hanya dari Pangkalpinang. Kita menangani pasien se-Bangka Belitung. Siapa pun yang datang untuk berobat tetap kita terima," kata Budi kepada Bangka Pos, Senin (19/1/2026).
Terlepas dari itu, Budi mengungkapkan, peningkatan jumlah kasus HIV tercatat lebih banyak dipengaruhi oleh perilaku berisiko, khususnya pada hubungan seksual yang tidak aman.
Dari hasil pemetaan Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL) menjadi salah satu kontributor terbesar dalam temuan kasus HIV.
"Data terbesar yang kita temukan memang dari kelompok LSL. Latar belakang penderitanya beragam, mulai dari mahasiswa, anak sekolah, hingga mereka yang sudah tidak lagi mengenyam pendidikan," ujar Budi.
Meski demikian, Budi menegaskan bahwa virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh tersebut dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia, latar belakang pendidikan, maupun status sosial.
Karena itu, upaya pencegahan dinilai menjadi kunci utama untuk menekan laju penyebarannya.
Sebagai langkah pencegahan penularan HIV, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang terus menggencarkan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat.
Edukasi tersebut menyasar kalangan pelajar, khususnya di tingkat SMA, sebagai upaya pencegahan sejak dini.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang juga menggandeng komunitas dan penggiat penanganan HIV untuk menjangkau kelompok-kelompok berisiko yang sulit diakses secara langsung oleh tenaga kesehatan.
"Terus terang, kami dari dinkes cukup kesulitan menjangkau kelompok-kelompok yang bersifat eksklusif. Karena itu, kami bekerja sama dengan komunitas agar edukasi dan penyuluhan bisa lebih efektif dan tepat sasaran," tutur Budi.
Lebih lanjut, pihaknya menekankan pentingnya peran semua pihak, baik pemerintah, sekolah, komunitas, maupun masyarakat umum, dalam membangun kesadaran bersama untuk mencegah penyebaran HIV di Bangka Belitung. (t2)
| Rapat Paripurna DPRD Pangkalpinang Tak Kuorum, Hertza: Jadi Catatan Penting |
|
|---|
| Wacana Penambahan Anggaran Porprov Babel 2026, DPRD Beri Lampu Hijau |
|
|---|
| DPD Partai Golkar Babel Bagikan 500 Takjil ke Masyarakat |
|
|---|
| Perairan Bangka Belitung Diprediksi Kondusif untuk Mudik |
|
|---|
| Disdik Babel Akan Lakukan Penyesuaian Juknis SPMB 2026/2027 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260119-Ketua-Tim-Kerja-Penyakit-Menular-Dinkes-Kota-Pangkalpinang-Budi-Susilo.jpg)