Kamis, 7 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

Antisipasi Kenakalan Remaja, 137 Sekolah di Bangka Selatan Terapkan Full Day

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mulai menerapkan program sekolah sepanjang hari atau full day school untuk peserta didiknya.

Tayang:
Bangka Pos/Adi Saputra
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan Elfan Rulyadi. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mulai menerapkan program sekolah sepanjang hari atau full day school untuk peserta didik di daerah itu. Penerapan kebijakan tersebut dimulai pada awal pekan ini, khusus jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). Sementara untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) telah diberlakukan sejak beberapa tahun lalu. Sistem full day school ini dinilai banyak memberikan manfaat bagi siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Elfan Rulyadi mengatakan, setidaknya saat ini sudah sebanyak 137 satuan pendidikan negeri menerapkan sistem full day school. Jumlah itu terdiri dari 14 satuan pendidikan jenjang PAUD dan TK, 93 SD dan 30 SMP. Khusus untuk jenjang PAUD, TK dan SD penerapan full day school mulai dilakukan pada awal pekan ini. Dengan demikian seluruh satuan pendidikan resmi menerapkan kebijakan tersebut pada tahun ajaran 2024-2025.

"Mulai Senin (5/8) ini mulai pemberlakuan full day school untuk jenjang PAUD, TK dan SD. Sedangkan untuk SMP sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir," kata Elfan Rulyadi, Senin (5/8).

Elfan Rulyadi mengungkapkan, kebijakan tersebut diberlakukan menindaklanjuti peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 tentang hari sekolah. Bahwa untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan perkembangan era globalisasi, perlu penguatan karakter bagi peserta didik melalui restorasi pendidikan karakter di sekolah.

Agar restorasi pendidikan karakter bagi peserta didik di sekolah lebih efektif, perlu optimalisasi peran sekolah. Dengan tujuan tersebut maka diberlakukannya kebijakan full day school.

Menurutnya, sistem full day school yaitu sekolahnya mulai dari hari Senin sampai dengan Jumat, sedangkan hari Sabtu dan Minggu para peserta didik libur. Full day school diklaim memiliki cukup banyak manfaat, seperti penguatan pendidikan karakter murid di sekolah khususnya melalui pelaksanaan salat zuhur dan ashar berjemaah bagi pelajar beragama Islam.

Selain itu, program ini juga dapat menyelaraskan jam pulang kerja siswa dan hari libur dengan orangtua yang bekerja. Melalui kebijakan full day school pemerintah meyakini dapat menghindari perilaku negatif bagi peserta didik sepulang sekolah, seperti keluyuran bahkan tawuran yang marak terjadi.

"Jadi kita mengantisipasi perilaku negatif yang mungkin dapat dilakukan peserta didik saat pulang sekolah. Utamanya mengantisipasi kenakalan remaja," papar Elfan Rulyadi.

Di samping itu lanjut dia, pembelajaran peserta didik dalam penerapan lima hari sekolah diatur oleh masing-masing satuan pendidikan dengan tetap berkonsultasi dengan pengawas sekolah. Untuk jam pembelajaran jenjang SD hari Senin-Kamis dimulai pukul 07.00-13.30 WIB. Sedangkan hari Jumat mulai pukul 07.00-11.00 WIB. Kemudian untuk SMP dimulai dari jam 07.00 WIB sampai dengan jam 14.30 WIB. Sebelum penerapan lima hari sekolah, pembelajaran dimulai pukul 07.00-12.30 WIB.

Penerapan full day school bukan berarti hanya memangkas jadwal hari efektif belajar. Akan tetapi, sekolah tetap harus memenuhi bagian dari kurikulum merdeka belajar di antaranya intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Hari sekolah dilaksanakan delapan jam dalam satu hari atau 40 jam selama lima hari dalam satu minggu. Sehingga pemenuhan jam mengajar bagi guru tetap terpenuhi dan beban kerja guru tetap sama.

"Soal kecukupan tidak ada penambahan jam mengajar. Hanya untuk belajar pada hari Sabtu dipindahkan dan dibagi pada hari Senin sampai Kamis," sebutnya.

Elfan Rulyadi berharap dengan diterapkannya sekolah full day, sekolah swasta juga dapat mengikuti dan menerapkan kebijakan tersebut. Dengan kebijakan ini, pemerintah setempat dapat mengakselerasi program pemerintah pusat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Dengan penerapan lima hari sekolah ini diharapkan kepada para orang tua siswa untuk menyiapkan bekal bagi anaknya. Agar bisa tercukupi sampai dengan nanti jam pembelajaran selesai," pungkas Elfan Rulyadi. (u1)

Masih Akan Dievaluasi
PEMERINTAH Kabupaten Bangka Selatan, masih akan melakukan evaluasi terhadap penerapan kebijakan sekolah sepanjang hari atau full day school. Sebab, selama implementasi di lapangan sistem full day school masih didapatkan beberapa kendala. Utamanya kekurangan sarana dan prasarana mengajar berupa ruang kelas yang ada di beberapa sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Elfan Rulyadi mengakui, selama 14 hari ke depan pihaknya masih akan melakukan evaluasi penerapan sistem full day school. "Siap atau tidak siap kami akan melakukan evaluasi penerapan sistem lima hari sekolah atau full day school selama satu sampai dua pekan ke depan," kata Elfan Rulyadi, Senin (5/8).

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved