Jumat, 17 April 2026

Berita Bangka Selatan

2024, Realisasi Investasi Bangka Selatan Tembus Rp109 Miliar

Capaian realisasi investasi di Kabupaten Bangka Selatan, menunjukan tren positif pada tahun 2024.

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kepala Bidang Penanaman Modal, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangka Selatan, Caroline Sefriany. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Capaian realisasi investasi di Kabupaten Bangka Selatan, menunjukan tren positif pada tahun 2024. Sepanjang semester satu, total dana ratusan miliar sebagai modal masuk dan tercermin dalam investasi penanaman modal dalam negeri guna mengembangkan usahanya di daerah itu. Di mana sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga perkebunan kelapa sawit menjadi penyumbang terbesar masuknya investasi.

Kepala Bidang Penanaman Modal, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangka Selatan, Caroline Sefriany mengatakan, iklim investasi di daerah setempat menunjukkan tren yang positif di tahun 2024. Tren positif tersebut ditunjukkan melalui capaian investasi pada semester pertama 2024 ini sebesar Rp109.036.900.009. Jumlah investasi tersebut didapatkan terhitung sejak 10 Januari sampai 27 Juni 2024.

"Sepanjang semester pertama total investasi masuk ke Kabupaten Bangka Selatan itu mencapai Rp109.036.900.009. Terhitung sejak awal Januari sampai Juni 2024," kata Caroline Sefriany, Senin (26/8).

Caroline Sefriany memaparkan, nilai modal masuk tersebut berasal dari 2.383 pelaku usaha baik perorangan maupun perusahaan. Baik dengan risiko rendah, menengah, menengah tinggi hingga tinggi. 

Realisasi investasi bernilai ratusan miliar juga meliputi modal awal pengembangan usaha, penyerapan tenaga kerja, hingga perlengkapan dan peningkatan kapasitas industri yang ada. Data tersebut diterima DPMPTSP dari setiap perusahaan yang mengucurkan investasi di Kabupaten Bangka Selatan.

Dari jumlah itu sektor UMKM dinilai sangat berperan dalam mendorong investasi di daerah sepanjang tahun 2024. Dengan mendominasi hampir 70 persen realisasi investasi yang masuk pada semester pertama. 

Mulai dari sektor penyediaan maupun industri makanan dan minuman, toko kelontong sampai hasil olahan laut. Sisanya disusul investasi berasal dari sektor perkebunan kelapa sawit hingga peternakan. Dengan masing-masing modal yang ditanam di bawah Rp1 miliar.

"Kebanyakan dari UMKM, perusahaan sawit dan toko kelontong. Termasuk usaha makan dan minum serta pengolahan hasil laut maupun oleh-oleh," jelas Caroline.

Di sisi lain sambung dia, pada momentum pemulihan ekonomi  tentunya menjadi peluang bagi para pengusaha UMKM untuk menggali pendapatan di sektor ini. Terpenting membantu peningkatan perekonomian nasional dan juga masih banyak tantangan yang dirasakan oleh UMKM untuk dapat berkembang. Termasuk di sektor makanan dan minuman, seperti masalah perizinan dan kesulitan akses pembiayaan.

"Untuk penanaman modal asing (PMA-Red) sejak tahun 2019 tidak bertambah sampai saat ini. Ini juga akan dioptimalkan," ungkapnya.

Pihaknya yakin realisasi investasi tetap bisa menggeliat di Kabupaten Bangka Selatan. Berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan capaian investasi yang tinggi. Seperti pembinaan dan pendampingan terkait laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) dengan pengawasan bersama. Dengan begitu dia berharap perizinan pada sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) sesuai pemenuhan dan operasionalnya serta administrasi pelaporannya.

"Kita juga turut mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda-Red) Kabupaten Bangka Selatan nomor 20 tahun 2016 tentang pemberian insentif dan kemudahan kepada masyarakat atau investor oleh pemerintah daerah. Jadi mungkin para investor-investor itu kurang tahu tentang adanya insentif untuk  penanaman modal," pungkas Caroline. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved