Berita Bangka Selatan
Baru Penuhi 35 Persen Kebutuhan di Babel, Pemkab Bangka Selatan Maksimalkan Areal Tanam Padi
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, terus mengoptimalkan produksi padi lokal di daerah itu.
TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, terus mengoptimalkan produksi padi lokal di daerah itu. Kebijakan ini diambil guna mewujudkan swasembada beras khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat setiap tahunnya. Di mana produksi beras lokal hanya mampu mencukupi 30-35 persen kebutuhan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan, berdasarkan catatan produksi beras yang dihasilkan dari petani lokal saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan beras di daerah. Hasil sawah masih kurang untuk memenuhi kebutuhan beras bagi masyarakat. Di mana produksi beras petani lokal baru mencukupi kebutuhan sebesar 35 persen tingkat provinsi dan 60 persen tingkat kabupaten.
"Insya Allah sudah mencapai kurang lebih 60 persen kebutuhan untuk masyarakat Kabupaten Bangka Selatan. Sementara di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru memenuhi kebutuhan pangan sekitar 30-35 persen," kata Risvandika, Senin (23/9).
Menurut Risvandika, guna meningkatkan produksi beras lokal, pemerintah akan berupaya untuk mendorong petani memaksimalkan areal tanam sehingga panen tidak hanya sekali. Mulai dari menambah indeks pertanaman (IP) dan memberikan bantuan peralatan kepada petani.
Pihaknya terus menjalin komunikasi intens dengan pemerintah pusat serta pemerintah provinsi. Semua bergerak dengan kewenangan masing-masing. Diharapkan terjalin kerja sama baik dari sisi teknologi, pengembangan sumber daya manusia dan dukungan sarana hingga prasarana. Kemudian untuk IP, pemerintah setempat berupaya meningkatkannya demi menambah luas tanam padi.
Sebab, sebagian besar para petani yang ada di Kabupaten Bangka Selatan menggunakan IP atau sistem budi daya yang berbeda-beda. Mulai dari IP 100, IP 200, IP 300 hingga IP 400 tergantung dari kondisi lahan dan perairan di persawahan masing-masing. "Pentingnya petani untuk terus mengolah lahan, supaya tidak terbengkalai. Sehingga lahan mereka bisa produktif," beber Risvandika.
Lebih jauh ungkapnya, 6.000 hektare lahan rawa yang ada di Kabupaten Bangka Selatan telah mulai disulap menjadi sawah. Langkah tersebut sebagai upaya percepatan optimalisasi lahan rawa untuk dapat dimanfaatkan petani. Sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mengurangi risiko banjir atau genangan air yang dapat merusak tanaman pertanian.
Optimalisasi lahan rawa menjadi lahan pertanian guna mengejar peningkatan produksi pangan, utamanya beras. Kebijakan ini dilakukan supaya mendorong produksi padi dalam negeri agar lebih maksimal.
"Juga penting petani melakukan inovasi dan berkreasi terkait fenomena cuaca saat ini. Bagaimana cara pengaturan musim tanam supaya tidak gagal panen saat musim kemarau," ucapnya.
Risvandika optimistis target produksi beras sebesar 90.000 ton tahun ini bakal terpenuhi. Target tersebut telah disesuaikan dengan luas lahan tanam padi yang mencapai 5.000 hektare, tersebar merata di beberapa kecamatan. Dari luas tanam tersebut, gabah kering giling dihasilkan mencapai 150.000 ton dengan rata-rata produksi seberat tiga ton per hektare.
"Terpenting pengelolaan air ketika musim kemarau agar kebutuhan pangan dan hortikultura masyarakat tetap terpenuhi," ujar Risvandika. (u1)
| MBG Wajib Gunakan Beras Lokal, SPPG di Bangka Selatan Masih Andalkan Bahan Baku Luar Daerah |
|
|---|
| Lokasi dan Sarana Harus Higienis, Baru Empat SPPG di Bangka Selatan Kantongi SLHS |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Gencarkan Pengembangan Simpang Lima Habang |
|
|---|
| Siapkan Empat Pos, Polres Bangka Selatan Masuk Mode Siaga Lebaran |
|
|---|
| Asep Kurniawan Resmi Jabat Kepala Kejari Bangka Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240718-Bulir-bulir-padi-siap-panen.jpg)