Selasa, 7 April 2026

Kabar Pangkalpinang

Bawaslu Kota Pangkalpinang Tekankan Rekrutmen Badan Ad hoc Berintegritas

Dalam proses rekrutmen yang dilakukan pihaknya melakukan beberapa penilaian, salah satunya adanya penelusuran rekam jejak calan anggota Ad hoc.

Editor: Rusaidah
Bangkapos.com/Rifqi Nugroho
Ketua Bawaslu Kota Pangkalpinang Imam Ghozali dan Anggota Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Bangka Belitung, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Iskandar saat berbincang dalam Program Yok Ngubrol Pilkada edisi Rabu (16/10). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Mencari badan Ad hoc berintegritas menjadi tema besar dalam Program Yok Ngubrol Pilkada edisi Rabu (16/10).

Kali ini, program kolaborasi antara KPU Kota Pangkalpinang bersama Bangka Pos Group tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua Bawaslu Kota Pangkalpinang Imam Ghozali dan Anggota Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Bangka Belitung, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Iskandar.

Pada kesempatan itu, Ketua Bawaslu Kota Pangkalpinang Imam Ghozali menyampaikan, dalam pembentukan badan Ad hoc berkualitas khususnya dari sisi pengawasan, harus ada aturan-aturan yang harus dipenuhi.

"Misalkan dalam rekrutmen Panwascam (pengawas pemilu kecamatan) kami tadi, TPD ini, kami juga diawasi oleh mereka. Artinya ketika kami tidak bekerja seusai regulasi yang ada, maka jika terjadi aduan atau pelaporan, salah satunya yang melakukan (penindakan) adalah TPD," ujar Imam.

Menurut Imam, dalam proses rekrutmen yang dilakukan pihaknya melakukan beberapa penilaian, salah satunya adanya penelusuran rekam jejak calan anggota Ad hoc, untuk memastikan tidak berafisiliasi dengan partai politik apapun.

"Ini kami temukan di teman-teman KPU pada saat rekrutmen (badan Ad hoc) kali ini, ada temuan dari Bawaslu Kota Pangkalpinang," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, TPD Bangka Belitung Iskandar menyebut, adanya pengawasan dari jajaran Bawaslu pada proses rekrutmen badan Ad hoc yang dilakukan jajaran KPU Kota Pangkalpinang.

"Jadi ketika kita mencari orang, berarti kita sama-sama mencari rekam jejak seseorang. Kalau orang yang berintegritas yang kita cari, ya orang yang rekam jejaknya kita cari yang baik tadi," ucap Iskandar.

Iskandar memaparkan, hal itu harus dilakukan karena ketika orang sudah ditetapkan sebagai anggota Ad hoc penyelenggara pemilihan memiliki afiliasi dengan kelompok tertentu, akan berbahaya dalam pelaksanaan pesta demokrasi.

"Karena apa, ketika yang bersangkutan kita tetapkan sebagai penyelenggara pemilu, bisa jadi ya, bisa jadi mesin yang ada di dalam, ini yang sangat berbahaya. Jadi kita mencoba, bagaimana nanti kawan-kawan semua memahami bahwa proses yang begitu panjang itu sebetulnya mencari orang-orang yang betul-betul jangan sampai salah dipilih," tegasnya. (w4)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved