Berita Bangka Selatan
Pemkab Bangka Selatan Genjot Produksi Budi Daya Perikanan Air Tawar
Produksi perikanan budi daya terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.
TOBOALI, BABEL NEWS - Produksi perikanan budi daya terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. Kebijakan tersebut guna mendukung tercapainya swasembada pangan nasional maupun daerah pada tahun 2025.
Selain itu, beragam hasil perikanan budi daya diklaim dapat dipergunakan dalam mendukung program makan bergizi gratis pemerintah. Bahkan hingga menjelang akhir tahun 2024 produksi perikanan budi daya telah memenuhi 75 persen dari target ditetapkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika berujar, saat ini pemerintah terus menggenjot produksi ikan budi daya di daerah itu. Langkah ini diambil dalam mendukung kebijakan pemerintah dalam melakukan transformasi ekonomi dari sektor pertambangan timah ke sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.
Selama periode Januari hingga September 2024 produksi perikanan budi daya telah menyentuh angka 75 persen atau 1.500 ton. "Untuk hasil perikanan budi daya yang dilakukan masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan produksinya telah mencapai 1.500 ton dari target sebanyak 2.000 ton per tahun," kata Risvandika, Jumat (1/11).
Risvandika memaparkan perikanan budi daya khususnya air tawar memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Apalagi mengingat adanya program makan gratis yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat dalam waktu dekat.
Peluang bisnis itu harus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat guna mendukung ketahanan pangan. Kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikut meningkat bila produk perikanan benar-benar menjadi bagian dalam program makan bergizi gratis.
"Memang budi daya ikan air tawar berpengaruh terhadap cuaca. Misalkan cuaca panas produksi akan turun, tetapi kondisi itu bisa diatasi. Sehingga bisa meningkatkan produksi ikan budi daya," jelas Risvandika.
Diakuinya, potensi perikanan budi daya di Kabupaten Bangka Selatan cukup tinggi, namun dengan beragamnya tantangan dihadapi masyarakat masih kurang berminat untuk berbudi daya ikan air tawar.
Selain karena pasaran pakan yang belum memadai, masih banyak masyarakat Kabupaten Bangka Selatan belum terbiasa dengan ikan air tawar. Masalah ini disebabkan lidah masyarakat lokal yang sering mengkonsumsi ikan laut.
"Pemasaran rata-rata masyarakat masih di dalam negeri artinya masih di sekitar Kepulauan Bangka Belitung. Terutama menjual di kabupaten dan kota sekitarnya maupun untuk konsumsi masyarakat Kabupaten Bangka Selatan," ucapnya.
Pihaknya terus mendorong produksi budi daya ikan air tawar melalui sejumlah pelatihan budi daya yang dilakukan. Program bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat berperan penting dalam berinovasi serta memberikan edukasi akan potensi budidaya ikan yang sangat besar. Sehingga dapat mengajak masyarakat bertransformasi dari sektor pertambangan ke perikanan.
"Semua ini selaras dengan program transformasi ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah," pungkas Risvandika. (u1)
| Pemkab Bangka Selatan Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa, ODGJ Berat Dapat Perhatian Khusus |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Gandeng BPKP Dongkrak PAD |
|
|---|
| Petani Mulai Manfaatkan Tiga Drone, Pemkab Basel Salurkan Pengelolaan Melalui Brigade Pangan |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Terima Pengelolaan Jalan Inpres |
|
|---|
| TNI dan Warga Kebut Pembangunan Empat Jembatan Garuda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20241101-Sejumlah-kolam-budidaya-ikan-air-tawar.jpg)