Kabar Pangkalpinang
Pengurus Masjid Kolaborasi dengan DMI Babel
Pengurus Masjid Al-Qomarul Anwar, Kelurahan Pintu Air Kota Pangkalpinang berkolaborasi dengan DMI Babel menggelar kajian rutin.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pengurus Masjid Al-Qomarul Anwar, Kelurahan Pintu Air Kota Pangkalpinang berkolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bangka Belitung menggelar kajian rutin.
Dalam kajian agenda Sajadah Fajar, menghadirkan tokoh agama sekaligus Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta yaitu Ustaz Muhammad Jazir, ASP, Minggu (17/11).
Beliau merupakan tokoh utama di balik makmurnya Masjid Jogokariyan Yogyakarta seperti yang sering kita lihat di media sosial beberapa tahun terakhir.
Hadirnya Ustaz Muhammad Jazir, ASP ke Bangka merupakan bagian dari program DMI Babel untuk memakmurkan masjid-masjid di Provinsi Kepulauan Babel dengan pengelolaan manajemen masjid yang baik dari yang sebelumnya konvensional menjadi yang kekinian.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Al-Qomaril Anwar Noviardi Saputra menyampaikan, ucapan terima kasih kepada DMI Provinsi Kepulauan Babel, Ustaz Muhammad Jazir dan utusan dari beberapa masjid yang telah berkenan hadir, bersilaturahmi ke Masjid Al-Qomarul Anwar.
"Semoga silaturahmi ini tetap terjaga dan masjid-masjid di Babel semuanya bisa semakmur seperti Masjid Jogokariyan Yogyakarta yang memakmurkan dan dimakmurkan dengan meniru apa yang telah dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam," kata Noviardi Saputra dari rilisnya, Senin (18/11).
Noviardi pun menyebut, di awal kajian tentang ciri orang yang beriman adalah orang yang Salat Subuh berjemaah di masjid karena bagi orang munafik hal tersebut sangat berat untuk dikerjakan.
Selain itu, ciri masjid yang makmur adalah masjid yang buka 24 jam bukan dibuka saat hendak melakukan salat saja, setelah selesai salat pintu masjid dikunci kembali.
"Bukan juga masjid yg memiliki banyak saldo yang disimpan di bank sehingga fungsi masjid sebagai Baitullah, Baitul Maal, Baitul Tarbiyah, Baitul Muamalah dan Baitul Siasah tidak berjalan," ujarnya.
Padahal, masjid adalah sumber kesejahteraan rakyat karena semua syariat dalam Islam semuanya diajarkan di masjid.
Di akhir kajian beliau menyampaikan bahwa pengurus masjid itu adalah 'karyawan' Allah.
"Jadi kita harus ikhlas dan totalitas dalam mengurus rumah Allah sehingga Allah cukupkan kehidupan kita karena Allah Maha Kaya, selanjutnya untuk menambah keberkahan majelis ilmu dan keakraban dengan jemaah, acara ditutup dengan doa dan sarapan pagi bersama," jelas Noviardi. (*/v1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Jemaah-foto-bersama-usai-kajian-di-Masjid-Al-Qomarul-Anwar-Kelurahan-Pintu-Air-Kota-Pangkalpinang.jpg)