Jumat, 5 Juni 2026

Kabar Bangka

Nelayan Pulau Tujuh Hilang Kontak di Perairan Belinyu

Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima informasi adanya kejadian yang menimpa kapal nelayan yang mengalami lost contact.

Tayang:
Editor: Rusaidah
Istimewa/Dok. Tim SAR Gabungan
Personel gabungan saat melakukan persiapan pencarian terhadap seorang nelayan yang kehilangan kontak di Perairan Belinyu, Kabupaten Bangka. 

BELINYU, BABEL NEWS - Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima informasi adanya kejadian yang menimpa kapal nelayan yang mengalami lost contact (kehilangan kontak) di Perairan Belinyu, Kabupaten Bangka, Rabu (1/1).

Kapal nelayan tersebut hilang contak sejak pagi hari, dengan ciri-ciri panjang 12 meter dan memiliki ciri-ciri berwarna coklat yang merupakan kapal milik nelayan Pulau Tujuh, Kabupaten Lingga, Riau.

Kapal yang dinakhodai Rahimmin (45), sebelumnya berangkat Selasa, 31 Desember 2024 pukul 05.00 WIB berangkat dari dermaga Dam Belinyu, Kabupaten Bangka menuju Pulau Tujuh dengan membawa barang belanjaan guna persiapan merayakan tahun baru.

Keluarga korban memperkirakan kapal seharusnya tiba di Pulau Tujuh pukul 10.00 WIB, namun hingga sore hari tidak kunjung tiba.

Sehingga pihak keluarga korban kemudian melakukan pencarian dengan tracking rute kapal hingga hari ini, namun kapal korban tidak ditemukan.

Selanjutnya keluarga korban melaporkan kejadian ini ke Kansar Pangkalpinang untuk meminta bantuan SAR terhadap kapal tersebut.

Menerima informasi tersebut, Kansar Pangkalpinang segera memberangkatkan 1 Tim Rescue menuju lokasi kejadian guna membantu mencari keberadaan kapal korban.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Kansar Pangkalpinang, TNI AL, Polairud serta keluarga korban akan mengupayakan pencarian terhadap korban secepatnya.

"Kami menerima informasi terhadap kapal yang mengalami lost contact di Perairan Belinyu, lalu dilaporkan belum ditemukan hingga saat ini," terang Kakansar Pangkalpinang I Made Oka.

Dikatakan Oka, kondisi cuaca yang kurang baik di Perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akhir-akhir ini tentu menjadi kewaspadaan bersama terutama masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah perairan.

"Kami selalu mengimbau setiap masyarakat yang melakukan kegiatan di perairan, supaya selalu memperhatikan dan mempersiapkan alat keselamatan diri masing-masing," ujarnya.

"Semoga upaya pencarian terhadap korban segera membuahkan hasil dan korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat, kami Basarnas dan tim SAR Gabungan akan mengupayakan semaksimal mungkin dalam pencarian terhadap korban," beber Oka. (v1)

 

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved