Selasa, 21 April 2026

Kabar Pangkalpinang

Dinas Pangan dan Pertanian Bangka Belitung Ajak Petani, Konsumen dan Pedagang Bersinergi

BPS Bangka Belitung mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2024 sebesar 143,22, meningkat 1,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya. 

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Sela Agustika
Kepala BPS Babel Toto Haryanto saat mengelar rilis Berita Resmi Statistik, Kamis (2/1). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - BPS Bangka Belitung mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2024 sebesar 143,22, meningkat 1,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya. 

Peningkatan ini menjadi indikasi positif, meskipun masih terdapat tantangan di beberapa subsektor.

Kenaikan NTP ini didorong oleh peningkatan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,68 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik 0,63 persen. Sedangkan Desember 2024, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) naik sebesar 0,85 persen, didorong oleh peningkatan pada enam kelompok pengeluaran. 

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Bangka Belitung Edi Romdhoni menjelaskan, kenaikan ini menunjukkan daya tukar petani terhadap barang dan jasa, termasuk biaya produksi, semakin baik.

Dia menyoroti tingginya biaya produksi para petani, seperti cabai, yang saat ini belum seimbang dengan harga jual di tingkat petani. 

"Hari ini, harga cabai mencapai Rp65 ribu per kilogram, harga ini cukup tinggi. Tapi memang biaya produksi di petani kita juga tinggi. Kita tidak perlu selalu bergantung pada produksi dari luar. Harus ada sinergi antara petani, konsumen dan pedagang agar tercipta keberlanjutan," ujarnya, Jumat (3/12).

Edi juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan stok bahan pangan menghadapi momentum Imlek dan Cengbeng mendatang. Upaya ini diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Meksi belum sepenuhnya mampu menenuhi kebutuhan masyarakat di Bangka Belitung, Edi mengungkapkan, jika hasil panen petani lokal mampu memenuhi 20 persen dari kebutuhan pangan daerah, sementara 80 persen sisanya masih harus didatangkan dari luar. 

Edi menekankan, pentingnya menggerakkan masyarakat untuk membeli produk pertanian lokal sebagai solusi untuk meningkatkan semangat para petani. (t3)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved