Rabu, 22 April 2026

Kabar Pangkalpinang

Bangka Belitung Targetkan 30 Ribu Petani Lagi

Sektor pertanian memiliki kontribusi positif terhadap perekonomian daerah dan nasional. 

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Sela Agustika
Kepala DPKP Bangka Belitung Edi Romdhoni. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Sektor pertanian memiliki kontribusi positif terhadap perekonomian daerah dan nasional. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Bangka Belitung Edi Romdhoni menyebutkan, potensi besar yang dimiliki sektor ini harus dimanfaatkan secara optimal. Hal tersebut juga mendukung target swasembada pangan nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) di Babel pada Desember 2024 mencapai 143,22, naik sebesar 1,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,68 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) juga meningkat, tetapi lebih rendah, yakni 0,63 persen.

Edi menyebutkan, pemerintah daerah masih memiliki target besar, yaitu mengalihkan 30 ribu petani ke sektor tanaman pangan, seperti padi, jagung dan hortikultura. Saat ini, dari target 150 ribu petani di Babel, 120 ribu di antaranya sudah mapan di sektor pertanian, terutama kelapa sawit.

"Jadi bicara pertanian target 150 ribu dan sudah aman 120 ribu ini petani sektor perkebunan, terutama sawit dan NTP kita naik, jadi fokus kami meyakinkan 30 ribu sisanya untuk beralih atau mengembangkan tanaman pangan seperti padi, jagung dan hortikultura," ujar Edi, Rabu (15/1).

Edi juga menyoroti penurunan yang sempat dialami sektor hortikultura di Babel. Meski demikian, pemerintah daerah optimistis subsektor ini dapat bangkit kembali. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pendampingan intensif kepada petani, sekaligus memastikan ketersediaan fasilitas yang memadai.

"Kami yakin dan perlu kita ajak kembali, tentunya dengan komitmen yang kuat, subsektor tanaman pangan dan hortikultura akan kembali bangkit. Berapa subsektor perkebunan sudah oke, tinggal tanaman dan holtikultura sempat terpuruk, mudah-mudahan kembali bangkit agar sejalan dengan visi Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan," tegasnya.

Dalam mendukung program swasembada pangan nasional, Edi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani dan masyarakat luas. 

"Kami perlu mengajak lebih banyak pihak untuk bergabung dalam upaya ini. Dengan kolaborasi yang baik, potensi sektor pertanian di Babel bisa berkembang lebih jauh dan memberikan dampak yang signifikan terhadap ekonomi nasional," tutupnya. (t3)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved