Kabar Pangkalpinang
Akademisi Sebut Belum Semua UMKM Terapkan Digitalisasi
Pemerintah terus berupaya mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan bisnis mereka.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Digitalisasi menjadi salah satu agenda penting dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di era ekonomi modern.
Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pemerintah terus berupaya mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan bisnis mereka.
Menurut Dosen Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB) Ryan Daddy Setyawan, sebagian besar UMKM di Bangka Belitung masih berada dalam tahap adaptasi digital.
Program 'Si-Dulang Babel', sebuah sistem informasi data tunggal UMKM, telah diluncurkan sebagai upaya untuk mempermudah akses informasi dan peluang digital bagi pelaku UMKM.
Namun, diakuinya belum semua pelaku UMKM siap menerapkan digitalisasi secara penuh.
"Meskipun data persis mengenai persentase UMKM di Bangka Belitung yang siap 'go digital' tidak tersedia, informasi yang ada menunjukkan bahwa digitalisasi merupakan tren yang penting bagi UMKM. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah berupaya untuk mendukung digitalisasi UMKM dan diharapkan persentase UMKM yang siap 'go digital' di provinsi akan terus meningkat di masa depan," ujar Ryan, Sabtu (18/1).
Diakuinya, minimnya pengetahuan digital menjadi salah satu hambatan utama bagi pelaku UMKM di Bangka Belitung. Banyak pelaku usaha yang belum familiar dengan aplikasi e-commerce, pemasaran digital atau sistem pembayaran online.
Selain itu, sebagai daerah kepulauan, akses internet yang terbatas di wilayah tertentu menjadi kendala serius dalam mendukung digitalisasi UMKM.
"Keterbatasan modal juga menjadi faktor penghambat. Proses digitalisasi memerlukan biaya yang tidak sedikit, seperti untuk membeli perangkat digital, membangun website atau menjalankan kampanye pemasaran online. Walaupun Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah membantu banyak UMKM, dana ini belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk mendukung digitalisasi," ujarnya.
Dia menyebut, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan dalam membantu permasalahan digitalisasi di antaranya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan digital pelaku UMKM, meningkatkan infrastruktur internet di daerah terpencil di Bangka Belitung, terutama di wilayah pedesaan, sangat penting untuk memperluas akses internet bagi UMKM.
Dengan berbagai tantangan yang ada, peran pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mempercepat proses digitalisasi di Bangka Belitung.
Ryan optimistis bahwa dengan langkah inovatif yang tepat, UMKM di Bangka Belitung dapat menjadi lebih kompetitif dan siap bersaing di pasar global pada tahun 2025.
"Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kolaborasi semua pihak akan menjadi kunci sukses dalam mewujudkan ekosistem bisnis digital di Bangka Belitung," tutupnya. (t3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Dosen-Program-Studi-Bisnis-Digital-FE-UBB-Ryand-Daddy-Setyawan.jpg)