Kabar Pangkalpinang
Pebinis Perhotelan Mulai Mengurangi Jam Kerja Karyawan
Ketua PHRI Pangkalpinang Sumiati mengungkap, rata-rata keterisian kamar atau okupansi hotel saat ini masih di bawah 50 persen.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Momentum libur Tahun Baru Imlek tidak berimbas penuh pada bisnis perhotelan di Pangkalpinang. Tercatat tingkat hunian hotel (okupansi) masih melesu.
Ketua PHRI Pangkalpinang Sumiati mengungkap, rata-rata keterisian kamar atau okupansi hotel saat ini masih di bawah 50 persen.
"Momen Imlek tidak ada peningkatan, disamping kita pantau tiket mahal dan orang pada pulang ke rumah keluarga atau orang tua masing-masing," ujar Sumiati kepada Bangkapos.com, Jumat (31/1).
Kata dia, pihak perhotelan sekarang juga mulai melakukan pengurangan kerja jam karyawan untuk menghemat biaya operasional.
Dia berharap, ekonomi Bangka Belitung kembali pulih dan anggaran dinas normal seperti sedia kala.
"Sekarang kegiatan meeting juga tidak ada sama sekali. Termasuk kita di Bangka City Hotel sudah melakukan pengurangan jam kerja. Kalau begini terus pengangguran di Babel akan terus bertambah," ucapnya.
Melesunya okupansi hotel ini juga dirasakan langsung oleh hotel berbintang Hotel Santika Bangka.
Public Relation Santika Hotel Bangka Chintia Ayu yang juga mengakui belum ada geliat signifikan bisnis perhotelan.
"Momen mendekati Imlek kemarin okupansi tidak sampai 50 persen," ucap Chintia.
Meski masih sepi, Chintia optimistis okupansi hotel akan tumbuh positif seiring berjalan waktu.
"Mungkin di awal tahun belum begitu signifikan. Kita berharap kedepan okupansi ini bisa meningkat," tuturnya. (t3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Lobby-Hotel-Santika-Bangka.jpg)