Jumat, 24 April 2026

Kabar Pangkalpinang

Akademisi Sebut Riset Pemasaran yang Matang Syarat Masuk Pasar Ekspor

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki beragam potensi alam dan buatan yang menarik perhatian pasar ekspor.

Editor: Rusaidah
Istimewa
Akademisi Reniati. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki beragam potensi alam dan buatan yang menarik perhatian pasar ekspor antata lain lada putih, lidi nipah, daun kering, getas dan produk UMKM lainnya.

Akademisi sekaligus Ketua Program Studi Magister Manajemen Universitas Bangka Belitung (UBB) Reniati mengungkap, peluang ekspor ini bisa diambil UMKM, agar mampu bersaing di kancah global.

Namun, Reniati menegaskan pentingnya beberapa persiapan mendasar sebelum UMKM memasuki pasar ekspor.

Menurut Reniati, pelaku UMKM perlu memastikan produk mereka memenuhi standar internasional, baik dari segi kualitas maupun karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan pasar negara tujuan. Proses ini memerlukan riset pasar yang matang, mencakup analisis potensi impor atau ekspor suatu negara. 

Selain itu, penggunaan digitalisasi dalam pemasaran juga menjadi kunci agar produk lokal dikenal lebih luas.

"Dengan membangun jejaring bisnis dan memanfaatkan platform digital, pelaku usaha bisa menjangkau pasar yang lebih besar. Digitalisasi tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga meningkatkan visibilitas produk UMKM," ujar Reniati.

Selain itu, pelaku usaha harus mempersiapkan dokumen bisnis yang lengkap. Beberapa dokumen penting yang disebutkan meliputi Nomor Induk Berusaha (NIB), surat izin usaha perdagangan, dokumen pajak seperti SPT, dokumen kepabeanan, sertifikasi produk, hingga asuransi pengiriman. 

Reniati menekankan bahwa pemenuhan dokumen ini menjadi langkah awal yang sangat krusial.

Meskipun peluang ekspor cukup besar, Reniati mencatat sejumlah kendala yang dihadapi UMKM Bangka Belitung. Salah satunya adalah rumitnya persyaratan ekspor dibandingkan dengan impor. Selain itu, keterbatasan pengetahuan mengenai proses ekspor dan karakteristik negara tujuan juga menjadi penghambat.

"Keberanian untuk bersaing di pasar global pun masih menjadi tantangan. Banyak pelaku UMKM yang merasa ragu karena kurang memahami dinamika pasar internasional," tuturnya.

Keberhasilan UMKM Bangka Belitung menembus pasar ekspor tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itu, berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga swasta, perlu bersinergi untuk memberikan pendampingan yang komprehensif kepada pelaku UMKM. (t3)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved