Berita Bangka Selatan
Samsat Toboali Gencarkan Program Bebas BBNKB-II
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menggenjot penerapan kebijakan penggratisan bea mutasi kendaraan dari luar provinsi.
TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menggenjot penerapan kebijakan penggratisan bea mutasi kendaraan dari luar provinsi. Termasuk penghapusan pajak progresif bagi masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor lebih dari satu.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Keuangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wilayah Kabupaten Bangka Selatan, A'ang mengatakan, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat yang memiliki kendaraan plat luar maupun dalam Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Supaya mereka dapat mengikuti program bebas biaya bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) II. Termasuk bebas pajak progresif bagi pemilik kendaraan bermotor.
Pasalnya hingga kini dampak kebijakan tersebut belum signifikan disambut oleh masyarakat. "Saat ini Bakuda provinsi beserta jajaran UPT Bakuda secara masif ke seluruh pelosok-pelosok daerah," kata A'ang, Jumat (21/2).
A'ang mengungkapkan, penerapan dua kebijakan itu telah dilakukan pemerintah provinsi sejak 5 Januari 2025. Sebagaimana penerapan Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor 2 Tahun 2024 tentang pajak daerah dan retribusi daerah. Gratisnya program BBNKB-II ini dimaksudkan bagi pemilik kendaraan bermotor penyerahan kedua dan seterusnya. Termasuk gratis bea mutasi bagi kendaraan bermotor dari luar provinsi.
"Tidak hanya kendaraan dari luar tetapi dari dalam provinsi turut dibebaskan BBNKB-II. Misalnya seseorang membeli kendaraan punya orang lain, terus balik nama itu dibebaskan," jelas A'ang.
Selain penggratisan bea mutasi lanjut dia, pemerintah juga menghapus penerapan pajak progresif. Artinya, pajak progresif tidak diberlakukan lagi. Sehingga kepemilikan kendaraan bermotor lebih dari satu tidak lagi dikenakan pajak progresif. Semula pajak progresif diterapkan guna mengendalikan pertumbuhan kendaraan pada suatu daerah.
"Sekarang masyarakat dibebaskan untuk membeli kendaraan lebih dari satu. Karena tidak dikenakan lagi pajak progresifnya," ujarnya.
A'ang optimistis dengan digencarkan sosialisasi, masyarakat dapat mengikuti dua program kebijakan yang diambil oleh pemerintah provinsi. Terutama bagi kendaraan luar yang beroperasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dengan demikian, para pemilik kendaraan dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah lewat sektor pajak kendaraan bermotor. "Sehingga kita harapkan, kendaraan luar yang ada di Bangka Belitung segera mutasi ke BN. Hal ini bisa berpotensi meningkatkan PAD," pungkas A'ang. (u1)
| Tiga Perempuan Rentan Terima Bantuan Atensi Rp12 Juta |
|
|---|
| Hari Keenam Pencarian Warga Diduga Diserang Buaya, Basarnas Kerahkan Drone Thermal |
|
|---|
| Jaga Stabilitas Fiskal Daerah, TPP ASN Bangka Selatan Dipotong 30 Persen |
|
|---|
| DLH Batasi Penggunaan Kantong Sekali Pakai |
|
|---|
| Dorong Layanan Terpadu hingga Desa, Pemkab Bangka Selatan Maksimalkan 122 Posyandu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250221-RAZIA-GABUNGAN-Petugas-dari-Samsat-Toboali-ketika-melakukan.jpg)