Jumat, 5 Juni 2026

Kabar Belitung

Kongres Forum Anak Wadah Aspirasi Anak Sejak Dini

Kongres Forum Anak Kabupaten Belitung 2025 resmi dibuka di Hotel Golden Tulip Belitung, Kamis (20/2).

Tayang:
Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
KONGRES ANAK - Suasana Kongres Anak Kabupaten Belitung yang dihadiri para pejabat daerah dan para siswa sekolah. Kegiatan akan berlangsung pada 20-22 Februari 2025 di Hotel Golden Tulip Belitung. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS- Kongres Forum Anak Kabupaten Belitung 2025 resmi dibuka di Hotel Golden Tulip Belitung, Kamis (20/2).

Acara yang berlangsung selama tiga hari hingga 22 Februari tersebut mengangkat tema 'Bersama Kita Hebat, Kolaborasi Anak untuk Indonesia Maju'.

Plh Sekda Kabupaten Belitung Salman Alfarisi dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Kongres Anak menjadi wadah bagi anak-anak di Belitung untuk menyampaikan aspirasi dan berlatih demokrasi sejak dini.

"Anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini akan merumuskan suara anak berdasarkan klaster Kabupaten Layak Anak. Harapannya, suara ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang berpihak pada pemenuhan hak anak," ujarnya.

Sebanyak 56 peserta dari berbagai sekolah, termasuk anak berkebutuhan khusus dan santri dari pesantren, hadir dalam kongres ini.

Mereka akan mengikuti serangkaian diskusi dan perumusan suara anak yang mencakup berbagai aspek, seperti hak sipil dan kebebasan, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan khusus.

Selain itu, kongres ini juga bertujuan untuk memilih Duta Anak Kabupaten Belitung 2025/2026 yang akan menjadi perwakilan suara anak dan agen perubahan di daerah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPKBPMD) Kabupaten Belitung, Kasimin, menegaskan bahwa meskipun berbagai kebijakan telah dibuat, pemenuhan hak dan perlindungan anak masih menghadapi tantangan.

"Masih banyak isu yang perlu menjadi perhatian, seperti pernikahan anak, pekerja anak, serta keterbatasan ruang kreativitas bagi anak-anak," jelasnya.

Melalui kongres ini, anak-anak diharapkan lebih aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah serta menjadi pelopor dan pelapor dalam isu-isu perlindungan anak.

Acara ini juga akan diisi dengan berbagai materi dari psikolog, komunitas AORTA, serta tenaga kesehatan guna meningkatkan kapasitas peserta dan fasilitator Forum Anak Kabupaten Belitung.

Kongres Forum Anak Kabupaten Belitung 2025 didanai oleh APBD Kabupaten Belitung dan menjadi langkah konkret dalam mendukung Kabupaten Layak Anak serta menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi generasi muda. 

Menyuarakan Hak-hak Anak 

Kongres Anak Kabupaten Belitung kembali digelar selama tiga hari dua malam, sejak 20 hingga 22 Februari 2025.

Kegiatan yang melibatkan 56 peserta dari 47 sekolah tingkat SMP dan SMA ini bertujuan menyuarakan hak-hak anak serta mendiskusikan berbagai isu yang dihadapi anak-anak di Belitung.

Ketua Forum Anak Kabupaten Belitung, Salsabila Azzahra, menjelaskan bahwa kongres ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk memahami lingkungan mereka serta menyuarakan solusi terhadap permasalahan yang ada.

"Kami ingin hak-hak anak di Belitung semakin direalisasikan melalui suara anak, sehingga mereka juga lebih sadar dengan situasi sekitar," ujarnya, Kamis (20/2).

Dalam kongres ini, para peserta akan berdiskusi dan menyusun rekomendasi yang kemudian disampaikan dalam sidang pleno.
Salsa menyebut, di antara isu anak yang menjadi perhatian adalah maraknya kasus kekerasan terhadap anak, termasuk kekerasan seksual.

Menurutnya, kongres ini tidak hanya mengangkat permasalahan, tetapi juga mencari solusi yang bisa diusulkan kepada pemerintah daerah. Selain itu, tantangan dalam dunia pendidikan juga menjadi sorotan.

Ia menilai perubahan kurikulum yang terus berlangsung menjadi kendala bagi siswa, terutama bagi mereka yang berada di tahun-tahun akhir sekolah.

"Kurikulum yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri bagi kami, apalagi bagi siswa kelas 11 dan 12 yang sekarang harus menghadapi ujian nasional," katanya.

Fenomena kecanduan gadget di kalangan anak-anak juga turut dibahas. Salsabila menekankan pentingnya kesadaran individu dalam mengontrol penggunaan gadget agar lebih bermanfaat.

"Era digitalisasi seharusnya bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif, seperti promosi dan media pembelajaran," tambahnya.

Melalui kongres ini, diharapkan anak-anak di Belitung dapat menjadi pelopor dan pelapor, serta berperan dalam perubahan positif serta turut aktif dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. (del)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved