Senin, 20 April 2026

Kabar Pangkalpinang

Pj Gubernur Kukuhkan Pengurus LAM Bangka Belitung

Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung  Sugito secara resmi mengukuhkan Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Bangka Belitung.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Sela Agustika
PENGUKUHAN LAM BABEL - Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Sugito saat mengukuhkan Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Bangka Belitung periode 2024-2029, Selasa (25/2). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung  Sugito secara resmi mengukuhkan Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Bangka Belitung periode 2024-2029 di Gedung Mahligai, Rumah Dinas Gubernur, Selasa (25/2).

Dalam sambutannya, Sugito menegaskan bahwa keberadaan LAM memiliki peran penting dalam pelestarian, pemberdayaan dan pengembangan adat istiadat di Bangka Belitung. 

Menurutnya, lembaga adat sejatinya memiliki andil besar dalam membangun Negeri Serumpun Sebalai.

"Kepada Datuk/Datin yang hari ini dikukuhkan, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kebaikan budi yang tulus untuk mengemban amanah," ujar Sugito.

Ia menambahkan, bahwa LAM berfungsi sebagai wadah untuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat kepada pemerintah.

Dirinya juga mengajak budaya adat jangan dimaknai seremoni belakang, tapi dimaknai lebih. Untuk itu ia berharap adat budaya dapat menjadi sumber kesejahteraan masyarakat melalui kapitalisasi budaya.

"Kami berharap LAM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masa bakti 2024-2029 dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan dan pelestarian kebudayaan di Bangka Belitung," tuturnya.

Sementara itu, Ketua LAM terpilih periode 2024-2029 Prof. Bustami Rahman mengingatkan,  agar seluruh pengurus yang telah dikukuhkan benar-benar menjaga dan menjunjung tinggi adat istiadat serta etika.

Menurutnya, adat merupakan nilai peradaban yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan oleh suku bangsa Melayu. Ia menekankan pentingnya peran LAM sebagai indikator budaya, sehingga masyarakat setempat dapat lebih mudah memahami nilai-nilai adat yang masih hidup.

"Suku bangsa Melayu dikenal sebagai bangsa yang mampu mengembangkan dan mempertahankan peradabannya. Oleh karena itu, kita harus mampu hidup bersama dalam interaksi sosial yang setara," kata Bustami.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan mengajak seluruh pengurus untuk memperkuat LAM dalam menjalankan fungsinya.

"Mari bersama-sama kita perkuat LAM ini demi kemajuan adat dan budaya Melayu di Kepulauan Bangka Belitung," tutupnya. (t3)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved