Senin, 27 April 2026

Berita Bangka Selatan

Pemkab Bangka Selatan Jamin Ketersediaan Gas Melon Aman Selama Ramadan, Era: Penyaluran Normal

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan, ketersediaan gas elpiji subsidi ukuran tiga kilogram aman.

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
CEK PANGKALAN GAS -- Tim Satgas Pangan bersama DKUKMINDAG Kabupaten Bangka Selatan ketika mengecek pangkalan gas elpiji tiga kilogram di Kota Toboali, Jumat (28/2/2025). Dipastikan selama Ramadan ketersediaan gas elpiji subsidi ukuran tiga kilogram aman. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan, ketersediaan gas elpiji subsidi ukuran tiga kilogram aman. Terutama selama pelaksanaan bulan suci Ramadan yang akan jatuh pada bulan Maret 2025. Tidak hanya itu, harga jual gas subsidi kepada masyarakat masih terpantau sesuai dengan ketentuan berlaku.

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Kabupaten Bangka Selatan, Era Fitrawati mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan penyaluran gas elpiji subsidi di agen maupun pangkalan. Terbaru pasokan maupun harga gas melon tingkat agen dan pangkalan tetap mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan. Bahkan berada pada harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku.

"Saat ini penyaluran gas elpiji tiga kilogram statusnya normal dan bisa didapatkan," kata Era Fitrawati, Jumat (28/2).

Menurutnya, pemerintah setempat telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun pihak agen gas elpiji. Terutama guna menambah alokasi gas subsidi jika diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan

Pihaknya menjamin tidak akan terjadi kelangkaan elpiji tiga kilogram seperti yang sempat terjadi pada awal Februari 2025. Untuk HET gas subsidi di Kabupaten Bangka Selatan telah ditetapkan sesuai Surat Keputusan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung nomor 188.44.850.q/IV/2021.

Di Kecamatan Payung dibanderol Rp18.300, Kecamatan Airgegas dan Simpang Rimba Rp18.500. Lalu Kecamatan Pulau Besar Rp18.800, Kecamatan Toboali Rp18.900 serta Kecamatan Sadai Rp19.400. Sedangkan HET daerah kepulauan terluar yakni dengan harga di atas Rp20.000. Misalnya Rp23.700 untuk wilayah Desa Penutuk, Desa Tanjung Labu. Sementara Desa Tanjung Sangkar, Kecamatan Lepar Rp25.200 dan Kecamatan Kepulauan Pongok Rp27.900.

"Distribusi cukup lancar, pembelian juga sudah didata menggunakan KTP. Pemerintah berupaya menjaga kestabilan harga dan pendistribusian yang tepat," jelas Era Fitrawati.

Ia menjelaskan, di Kabupaten Bangka Selatan terdapat empat agen penyalur gas elpiji yang langsung membawahi 88 pangkalan. Selama sepekan terdapat dua sampai tiga kali pendistribusian gas elpiji tiga kilogram ke setiap pangkalan. Pengawasan akan terus dilakukan agar pendistribusian ke pangkalan dapat tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Pemerintah telah memperkirakan ada peningkatan kebutuhan gas elpiji selama Ramadan. Walaupun demikian Era Fitrawati mengaku belum mendata perkiraan kenaikan kebutuhan. Akan tetapi, pemerintah akan berupaya maksimal dalam memenuhi peningkatan kebutuhan tersebut.

"Sejauh ini kendala tidak ada, masyarakat masih bisa mendapatkan gas subsidi di pangkalan maupun agen," ujarnya.

Meski dinyatakan aman, Era Fitrawati mengimbau para agen dan pangkalan tetap menyalurkan gas sesuai ketentuan yang berlaku. Terpenting menjaga harga jual sesuai HET yang ditetapkan pemerintah. Pemerintah daerah menjanjikan bakal menjaga pasokan dan harga gas elpiji tiga kilogram tetap terkendali di wilayah Kabupaten Bangka Selatan.

"Kami mengimbau masyarakat membeli gas sesuai kebutuhan untuk mengantisipasi kelangkaan selama bulan Ramadan," pungkas Era Fitrawati(u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved