Selasa, 21 April 2026

Kabar Belitung

Dapur MBG Beroperasi Hampir 24 Jam Suplai Makanan Pelajar

Di dapur umum yang terletak di Jalan Akil Ali, Tanjungpandan, aktivitas tak pernah benar-benar berhenti.

Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
MENINJAU DAPUR MBG - Wakil Bupati Belitung Syamsir saat meninjau dapur MBG atau SPPG yang berada di Jalan Akil Ali, Tanjungpandan, Senin (24/2). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Di dapur umum yang terletak di Jalan Akil Ali, Tanjungpandan, aktivitas tak pernah benar-benar berhenti.

Sejak dini hari, para pekerja mulai memasak ribuan porsi makanan bagi para pelajar di sekolah sekitar Kelurahan Pangkallalang.

Beroperasi hampir 24 jam sehari, dapur ini menjadi pusat produksi makanan yang disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN). Setiap hari, sebanyak 3.100 porsi makanan disiapkan di sini.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dapur umum ini mengandalkan bahan baku dari pasar tradisional.

"Kebutuhan bahan baku besar sekali. Beras saja kita butuh 210-220 kilogram per hari, belum lagi telur, sayuran, ikan, ayam, dan bahan lainnya," ujar Maulana, perwakilan SPPG Akil Ali, Tanjungpandan, Senin (24/2). 

Dapur ini memiliki beberapa area khusus, termasuk ruang masak, tempat para pekerja memasak dan melakukan proses packing.

Ada juga ruang penyimpanan bahan baku, yang menampung berbagai bahan yang akan dimasak untuk keesokan harinya. Juga ada area yang menjadi tempat para pekerja mencuci peralatan masak dan ompreng yang digunakan untuk mendistribusikan makanan.

Selama lima hari kerja dalam sepekan, aktivitas para pekerja di dapur ini dimulai dari tengah malam ataupun dini hari. Ada yang bekerja mulai pukul 23.00 WIB, sementara sebagian lainnya mulai masuk kerja pukul 2.00-3.00 WIB dini hari. 

Mereka bertugas mulai dari membersihkan, memotong, memasak, hingga mengemas makanan dalam ompreng-ompreng. 

Ada lebih dari 50 pekerja, mulai dari bagian memasak, bagian pengemasan, tukang cuci, ahli gizi, keamanan, hingga pengantar makanan. 

Setiap harinya, makanan hangat dalam ompreng didistribusikan di sekolah-sekolah, mulai dari jenjang PAUD yang diantar lebih pagi, hingga ke tingkat SD dan SMP. 

"Semuanya dimasak fresh agar saat didistribusikan ke sekolah, ompreng masih dalam keadaan hangat," jelas Maulana.

Ia mengatakan, setiap menu yang disajikan telah dikonsultasikan dengan ahli gizi dan kepala dapur.

"Pemilihan menu menyesuaikan bahan baku yang tersedia di daerah ini. Semua sudah dijadwalkan satu pekan ke depan," katanya.

Dalam sehari, dapur ini bisa menghabiskan lebih dari 200 kilogram buah, seperti jeruk.

Menu MBG para pelajar di Belitung ini terdiri dari nasi, lauk pauk, dan buah, tidak termasuk susu.

Maulana menyebut, susu hanya diberikan di daerah yang mempunyai punya produksi susu lokal. 

Sementara Belitung tak menambahkan susu karena tidak ada produksi lokal di daerah. 

"Makanya petani di sini silakan kalau ada yang punya sapi perah, agar tidak memesan dari luar daerah," tuturnya. (del)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved