Berita Bangka Selatan
Pemkab Bangka Selatan Targetkan Luas Tanam Jagung Capai 260 Hektare
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menargetkan luas tanam jagung dapat terealisasi secara 100 persen pada tahun 2025 ini.
TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menargetkan luas tanam jagung dapat terealisasi secara 100 persen pada tahun 2025 ini. Langkah itu guna mengejar target produksi jagung dalam mendukung program swasembada pangan oleh Pemerintah Pusat. Untuk mencapai target produksi jagung, pemerintah akan memanfaatkan penggarapan lahan yang belum optimal di kawasan sentra produksi pangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan, pada tahun 2025 pihaknya diberikan target sebesar 260 hektare lahan untuk ditanami jagung. Dari target tersebut baru terealisasi sebesar 16,73 persen atau 43,5 hektare.
Luasan tersebut tersebar merata di enam dari tujuh kecamatan yang ada. Yakni Kecamatan Toboali, Kecamatan Tukak Sadai, Kecamatan Pulau Besar, Kecamatan Simpang Rimba, Kecamatan Lepar dan Kecamatan Payung.
"Saat ini telah kita sudah lakukan penanaman di beberapa desa dan kecamatan. Luasnya telah mencapai 43,5 hektare," kata Risvandika, Kamis (6/3).
Risvandika memaparkan, awalnya Kementerian Pertanian menargetkan lahan seluas 3.000 hektare untuk ditanami jagung. Target tersebut dapat diwujudkan apabila bisa memanfaatkan lahan bekas tambang timah.
Pasalnya, tanaman jagung memiliki sifat toleran jika ditanam di kawasan bekas tambang timah. Hanya perlu ditambah pupuk serta bahan-bahan organik mulai dari bekas tandan kelapa sawit, brangkasan maupun tankos kelapa sawit.
Tidak hanya itu, benih jagung dari pemerintah yang telah ditanam dalam mewujudkan program swasembada pangan diklaim lebih optimal. Karena merupakan bibit unggul dan bisa dikembangkan hingga lima kali penggunaan. Karena Kabupaten Bangka Selatan bukan merupakan sentra tanaman jagung pemerintah pusat akhirnya mengurangi target penanaman jagung.
"Kabupaten Bangka Selatan bukan sentra jagung. Akan tetapi, sesuai program pemerintah pusat untuk menjaga ketahanan pangan setiap daerah harus menyumbang dari sektor tanaman jagung," jelas Risvandika.
Guna memperkuat sektor pertanian lanjut dia, pemerintah turut menggerakan petani milenial dengan sistem modernisasi. Dilibatkannya kaum milenial dalam proses produksi pertanian agar mereka dapat berkontribusi secara aktif dan kreatif. Untuk di Kabupaten Bangka Selatan pelibatan petani milenial akan terus ditingkatkan, karena memiliki brigade pangan cukup banyak mencapai 33 brigade pangan.
Adapun pemerintah daerah kini tengah fokus untuk mewujudkan program ketahanan pangan. Maka dari itu, produksi padi dan jagung bakal dioptimalkan pada tahun 2025 ini seiring dengan adanya kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan jagung di tingkat petani.
Di mana harga pembelian pemerintah gabah kering panen (GKP) tingkat petani dari Rp6.000 menjadi Rp6.500 per kilogram. Sementara harga acuan pembelian jagung juga naik dari Rp5.000 menjadi Rp5.500 per kilogram.
"Paling penting bagaimana harga HPP jagung sesuai arahan presiden Rp5.500 per kilogram untuk jagung kering pipil yang dibeli oleh Bulog," ucapnya.
Dengan langkah dan upaya berpihak pada petani, Risvandika optimistis dapat mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Caranya menjual hasil panen mereka secara langsung ke pasar domestik. Produksi pangan yang memadai dapat meningkatkan ketahanan pangan dan menghadapi bencana alam atau konflik yang mempengaruhi pasokan pangan.
"Kita terus bekerja sama dengan stakeholder terkait dalam berupaya meningkatkan atau menjaga ketahanan pangan," pungkas Risvandika. (u1)
| Dorong Layanan Terpadu hingga Desa, Pemkab Bangka Selatan Maksimalkan 122 Posyandu |
|
|---|
| Hari Keempat Pencarian Warga Hilang di Sungai Nyireh, Tim SAR Andalkan Alat Khusus CAPE |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Perkuat Peran Posbankum |
|
|---|
| Hadapi Penilaian Adipura 2026, Bangka Selatan Perkuat Sinergi Lintas OPD dalam Pengelolaan Sampah |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Usulkan Sumur Bor ke Kementan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Risvandika-Plt-Kadis-Pertanian-Bangka-Selatan.jpg)