Selasa, 21 April 2026

Kabar Belitung

Ngabuburit Pengawasan ala Bawaslu Babel, Ajak Pemilih Pemula Ikut Pengawasan Partisipatif

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan inovatif bertajuk Ngabuburit Pengawasan sebagai bentuk edukasi.

Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/Dede Suhendar
SOSIALISASI - Bawaslu Provinsi Kepulauan Babel menggelar sosialisasi Ngabuburit Pengawasan yang melibatkan pemilih pemula di BN 1 Kopi pada Kamis (20/3). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan inovatif bertajuk Ngabuburit Pengawasan sebagai bentuk edukasi politik bagi masyarakat, khususnya pemilih pemula pada Kamis (20/3). 

Kegiatan yang berlangsung di BN 1 Kopi itu memanfaatkan momentum bulan Ramadan, dimana masyarakat terbiasa menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa dengan berbagai aktivitas.

Anggota Bawaslu Babel Sahirin menjelaskan, bahwa konsep ini diinisiasi untuk mengisi waktu ngabuburit dengan diskusi yang bermanfaat mengenai evaluasi pemilu dan pemilihan kepala daerah yang baru saja berlangsung.

"Momentum bulan Ramadan ini luar biasa. Masyarakat identik dengan ngabuburit, mencari takjil sambil menunggu berbuka. Kenapa tidak kita manfaatkan dengan diskusi pengawasan pemilu," ujar Sahirin kepada posbelitung.co 

Ia mengatakan, kegiatan evaluasi pasca Pemilihan Kepala Daerah sudah digelar tiga kali, dengan sasaran yang berbeda.
Sesi pertama melibatkan media untuk membahas peran pers dalam pengawasan pemilu.

Sesi kedua mengundang penggiat pemilu, sementara sesi ketiga kali ini berfokus pada pemilih pemula.

Pekan depan, rencananya Bawaslu akan berdiskusi dengan tokoh agama di berbagai daerah.

Selain Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu juga merancang berbagai program edukatif lainnya, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dan program magang bagi mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang demokrasi dan kepemiluan.

"Nanti konsepnya kami sesuaikan lagi dengan kondisi yang ada," katanya. 

Menurutnya, pemilih pemula memiliki potensi yang besar dalam menentukan arah demokrasi. 

Data menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) adalah pemilih pemula. Namun, partisipasi mereka dalam pengawasan pemilu masih belum maksimal.

"Dari segi jumlah, pemilih pemula luar biasa banyaknya. Tapi untuk partisipasi dalam pengawasan, masih perlu ditingkatkan. Kami ingin mereka paham aturan main pemilu, termasuk yang dilarang dalam kampanye dan pemungutan suara," jelasnya.

Sahirin menegaskan, bahwa tugas Bawaslu tidak berhenti meskipun tahapan pemilu telah selesai.

Di luar masa tahapan, Bawaslu tetap berperan dalam edukasi demokrasi. Sebab, tanpa adanya tahapan Pemilu bukan berarti tidak bekerja. 

"Tanggung jawab kita adalah menjaga kualitas demokrasi. Lewat edukasi ini, kita harapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu semakin meningkat," tambahnya.

Sahirin berharap dengan kegiatan ini, pemilih pemula semakin aktif dalam menjaga integritas pemilu serta turut serta dalam pengawasan untuk memastikan demokrasi yang lebih baik di masa depan. (dol)

 

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved