Senin, 20 April 2026

Kabar Pangkalpinang

OJK Hadirkan GERAK Syariah di Bangka Belitung

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Bangka Belitung terus berkomitmen meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat. 

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Sela Agustika
GERAK SYARIAH - OJK memberikan apresiasi kepada instansi yang telah terlibat mendukung gerakan syariah pada kegiatan Gerakan Akses Keuangan (GERAK) Syariah di Graha Timah, Senin (24/3). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Bangka Belitung terus berkomitmen meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat. 

Sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat sektor keuangan syariah, OJK Babel menggelar Gerakan Akses Keuangan (GERAK) Syariah di Graha Timah Pangkalpinang, Senin (24/3).

Kepala OJK Babel Farid Falatehan menyampaikan, Program GERAK Syariah bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah, baik dalam bentuk tabungan, pembiayaan maupun investasi.

"GERAK Syariah ini pertama kita gelar di sini (Babel), bertepatan dengan momentum Ramadan 1446 Hijriah. Kami baru hadir di Bangka Belitung sejak Desember lalu dan GERAK Syariah ini menjadi langkah awal dalam mendorong pertumbuhan sektor keuangan syariah di daerah. Dengan melibatkan berbagai lembaga keuangan syariah, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses lebih luas terhadap layanan keuangan berbasis syariah," ujar Farid, Senin (24/3).

Melalui Program GERAK Syariah, OJK menargetkan peningkatan jumlah nasabah syariah sebanyak 5.000 orang dalam waktu 20 hari. Target ini bahkan telah terlampaui, dengan total pencapaian lebih dari 5.000 nasabah.

"Setiap tahun, OJK mengadakan GERAK Syariah dan pencapaian di Bangka Belitung tahun ini telah melampaui hasil tahun lalu, yang mencapai sekitar 4.042 nasabah," kata Farid.

Dia menyampaikan, GERAK Syariah ini diikuti oleh sembilan instansi, termasuk bank syariah, lembaga keuangan non-bank serta pasar modal syariah. Partisipasi aktif dari berbagai lembaga ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah di Bangka Belitung.

Berdasarkan data terbaru, sektor perbankan syariah di Bangka Belitung mengalami pertumbuhan positif pada Januari 2025.
Farid menyebut, aset perbankan syariah tumbuh 13,27 persen, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 15,38 persen dan pembiayaan atau kredit naik 3,3 persen. Total pada Januari perbankan mencatat aset Rp2,4 triliun, DPK Rp2,3 triliun dan pembiayaan Rp1,6 triliun.

"Jika dibandingkan dengan perbankan konvensional yang mengalami sedikit penurunan, sektor syariah justru menunjukkan tren positif. Ini membuktikan bahwa potensi ekonomi syariah di Bangka Belitung sangat besar," jelas Farid.

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung turut mendukung GERAK Syariah dengan membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangka Belitung Tarmin menegaskan, bahwa sinergi antara pemerintah dan OJK akan mendorong lebih banyak masyarakat menggunakan layanan keuangan syariah.
Dukungan juga datang dari Bank Indonesia (BI) yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan ekonomi syariah.

"Keuangan syariah tidak bisa berkembang sendiri. Harus ada sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia, khususnya di Bangka Belitung," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Babel Rommy.

Selain edukasi dan sosialisasi keuangan syariah, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial. Sebanyak 370 ibu-ibu dari Komunitas Painem turut serta dalam acara ini. Sebagai bentuk kepedulian, OJK dan mitra lembaga keuangan syariah membagikan paket sembako serta mengadakan buka puasa bersama bagi seluruh peserta. (t3)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved