Kabar Pangkalpinang
Akademisi Sebut Lebaran antara Tradisi dan Tantangan Ekonomi
Menjelang Hari Raya Idulfitri, geliat belanja masyarakat Bangka Belitung menunjukkan peningkatan yang signifikan.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Menjelang Hari Raya Idulfitri, geliat belanja masyarakat Bangka Belitung menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Pusat perbelanjaan, toko oleh-oleh hingga pasar tradisional dipadati pengunjung yang berbelanja kebutuhan Lebaran. Meski perekonomian Bangka Belitung mengalami perlambatan dengan pertumbuhan hanya 0,77 persen pada 2024, aktivitas konsumsi masyarakat tetap tinggi, terutama di bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Dosen Ekonomi Universitas Bangka Belitung Fakultas Ekonomi UBB, Muhammad Faisal Akbar mengungkap, tingginya konsumsi masyarakat di momen Lebaran merupakan fenomena yang sudah berlangsung secara historis.
"Konsumsi masyarakat tetap meningkat menjelang Idulfitri, meskipun perekonomian Babel sedang mengalami perlambatan. Hal ini disebabkan oleh faktor tradisi dan kebiasaan masyarakat dalam menyambut Lebaran dengan belanja besar-besaran, baik di pusat perbelanjaan maupun toko oleh-oleh," ungkap Faisal, Selasa (25/3).
Kata dia, tingginya konsumsi menjelang Lebaran juga tercermin dari meningkatnya inflasi di Bangka Belitung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi daerah ini selama bulan Ramadan tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional. Hal ini menunjukkan bahwa lonjakan permintaan barang dan jasa berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok.
Selain faktor konsumsi masyarakat, kondisi ekonomi di Babel juga dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas unggulan daerah. Sektor pertambangan, khususnya timah, sempat mengalami tekanan akibat isu tambang ilegal sebelumnya.
"Saat ini harga timah menunjukkan tren positif. Begitu pula harga komoditas kelapa sawit dan lada yang mengalami peningkatan signifikan. Hal ini memberikan daya tahan tertentu terhadap perekonomian Bangka Belitung di tengah situasi resesi global," ucap Faisal.
Meskipun geliat belanja saat Lebaran tetap kuat, Faisal menekankan bahwa prospek ekonomi Babel perlu diperhatikan secara cermat, terutama dengan adanya kebijakan pengetatan fiskal yang direncanakan pemerintah pada tahun 2025. Kebijakan ini dapat berdampak pada daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan. (t3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/AkademisiKetua-Program-Studi-Ekonomi-Universitas-Bangka-Belitung-Muhammad-Faisal-Akbar.jpg)