Kamis, 23 April 2026

Kabar Belitung

Wabup Syamsir Minta Keroyokan Bersih-bersih Pulau Belitung

Hujan mengguyur kawasan Pantai Wisata Tanjung Pendam, Senin (14/4) pagi. Namun puluhan perwakilan dari berbagai kecamatan tetap hadir.

Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
BERSIHKAN TANJUNG PENDAM - Membersihkan Pantai Tanjung Pendam usai seremonial resminya Gerakan Jumat Bersih usai dibuka oleh Wakil Bupati Belitung Syamsir, Senin (14/4). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Hujan mengguyur kawasan Pantai Wisata Tanjung Pendam, Senin (14/4) pagi. Namun puluhan perwakilan dari berbagai kecamatan tetap hadir.

Mereka bukan datang untuk sekadar apel seremonial. 

Wakil Bupati Belitung Syamsir memulai sesuatu yang ia sebut sebagai 'komitmen lima tahun menjaga kebersihan.'

"Ini bukan program tiga bulan. Lima tahun. Kita ingin Belitung tetap bersih dan tertata, tapi caranya pelan dan konsisten," kata Syamsir.

Gerakan bertajuk Jumat Bersih ini dirancang sebagai kegiatan rutin mingguan.

Formatnya bergantian satu Jumat untuk kerja bakti, Jumat berikutnya untuk senam bersama.

Dengan pola ini, pemerintah berharap kegiatan tetap berjalan tanpa rasa jenuh. Namun di balik pola yang terlihat santai, ada target-target serius yang sudah dibidik.

Syamsir menyebut langsung titik-titik yang saat ini dalam kondisi 'berat' yakni depan Dinas Perikanan, aliran sungai di kawasan Pasar Ikan Tanjungpandan, hingga ruas-ruas kota yang dipenuhi barang tak terpakai dan tumbuhan liar.

"Di pasar itu nanti kita tata. Nggak ada lagi dahan jatuh ke sungai, nggak ada lagi plastik. Pagar-pagar kita cat putih, taman kita tanam bunga warna-warni. Jadi orang yang keluar pasar lihatnya bersih dan enak," ujarnya.

Syamsir juga tak ingin gerakan ini hanya jadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup.

Sejak awal ia libatkan OPD lintas sektor yakni Dinas Pariwisata, PUPR, Bappeda, dan lainnya. Bahkan kecamatan dan desa diminta ambil peran sejak hari pertama.

"Kita kerja keroyokan. Kalau ada spot yang terlalu berat, camat atau desa tinggal lapor. Nanti kabupaten bantu, siapa yang harus turun ya turun," tegasnya.

Bulan ini, tiga titik sudah dijadwalkan untuk penanganan. Setelah Tanjung Pendam, giliran area depan Dinas Perikanan dan kawasan pasar.

Lalu disusul aliran sungai di Kelurahan Kota dan Pangkalalang, yang juga sudah melapor soal kondisi drainase.

Tak cuma menyusun agenda, Syamsir juga berjanji turun langsung tiap Jumat, terutama ke lokasi-lokasi yang memang butuh bantuan teknis.

Ia ingin setiap laporan cepat ditindak, tanpa perlu menunggu birokrasi berputar lama.

"Kalau selokan mampet, langsung eksekusi. Kalau butuh deker, PU turun, pasang. Nggak bisa nunggu. Karena kalau air sampai masuk warung warga, ya kita yang disalahin," ujarnya.

Dengan dimulainya gerakan Jumat Bersih dari Pantai Tanjung Pendam yang disebutnya sebagai raut muka kota, Syamsir berharap budaya bersih ini jadi kebiasaan baru, bukan hanya agenda menjelang event atau inspeksi.

"Kita nggak mau bersih karena ada yang datang. Kita mau Belitung bersih karena memang terbiasa bersih," tutupnya. 

Pemerintah Kabupaten Belitung mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat, khususnya para pengunjung, dalam menjaga kebersihan kawasan wisata Pantai Tanjung Pendam.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Annyta, menyampaikan bahwa keterbatasan personel kebersihan tidak akan menjadi persoalan besar jika kesadaran kolektif untuk tidak membuang sampah sembarangan dapat tumbuh di tengah masyarakat.

"Petugas kebersihan terbatas, sementara Tanjung Pendam didatangi pengunjung hampir setiap saat. Belum lagi kegiatan-kegiatan yang menimbulkan volume sampah cukup besar," ujarnya usai pelaksanaan kegiatan Jumat Bersih, Senin (14/4).

Menurutnya, dalam kondisi saat ini, kebersihan kawasan wisata tidak dapat hanya mengandalkan upaya petugas lapangan.
Sebaliknya, keterlibatan aktif dari pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan secara berkelanjutan.

"Yang membersihkan hanya satu, tapi yang mengotori bisa ratusan. Ini bukan soal kemampuan tenaga kerja, tapi soal kesadaran. Jika setiap pengunjung bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri, tugas petugas kebersihan menjadi jauh lebih ringan," kata Annyta.

Ia mencontohkan, setelah kegiatan masyarakat yang digelar di area pantai pada malam sebelumnya, tumpukan sampah baru dapat diselesaikan oleh petugas hingga pukul 01.30 dini hari.

Kondisi tersebut, menurutnya, tidak ideal dan menunjukkan perlunya edukasi yang lebih masif kepada masyarakat.

"Kebersihan Tanjung Pendam bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini adalah wajah Belitung, yang semestinya dijaga bersama," pungkasnya. (del)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved