Kabar Belitung
Kemenag Belitung dan Belitung Timur Tanam 1 Juta Pohon Matoa
Memperingati Hari Bumi 2025, Kantor Kemenag Kabupaten Belitung menggelar kegiatan pelestarian lingkungan dengan menanam 402 bibit matoa.
TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Memperingati Hari Bumi 2025, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung menggelar kegiatan pelestarian lingkungan dengan menanam 402 bibit pohon matoa.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Sekretaris Jenderal Kemenag terkait program prioritas Menteri Agama dalam mendukung pelestarian ekoteologi nasional.
Plt. Kepala Kantor Kemenag Belitung Suyanto menjelaskan, bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan nasional 'Penanaman 1 Juta Pohon Matoa' yang diluncurkan serentak dari tingkat pusat hingga daerah.
Launching nasional ini dibuka langsung oleh Menteri Agama RI dan turut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri sebagai bentuk dukungan lintas kementerian terhadap program penghijauan ini.
"Untuk Kabupaten Belitung, kami mendapatkan alokasi sebanyak 402 bibit pohon matoa," ujarnya, Selasa (22/4).
Penanaman secara simbolis telah dilakukan di kantor Kemenag dengan menanam 7 bibit. Selanjutnya, bibit lainnya juga ditanam di madrasah-madrasah serta disalurkan ke rumah-rumah ibadah, ormas Islam dan pondok pesantren.
Menurutnya, distribusi bibit juga mencakup pemberian langsung kepada tokoh-tokoh agama seperti Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Bibit yang belum ditanam karena kendala lahan akan ditempatkan di lokasi strategis dengan koordinasi bersama stakeholder terkait.
"Kami juga membuka kesempatan bagi surau atau musala yang membutuhkan bibit, bisa langsung menghubungi Kemenag. Bibit tersedia dan siap disalurkan," tambah Suyanto.
Ia menegaskan bahwa program ini tidak sekadar seremonial, melainkan bagian dari komitmen Kemenag dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, sejalan dengan semangat Hari Bumi.
"Kegiatan ini adalah bentuk kontribusi nyata Kemenag dalam menjaga bumi. Kami berharap, gerakan ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk ikut menjaga dan mencintai lingkungan," pungkasnya.
Dengan adanya gerakan ini, diharapkan Belitung semakin hijau dan lingkungan semakin terjaga demi masa depan yang lebih baik.
Memberi Manfaat Nilai Ekonomis
Peringatan Hari Bumi ke-55 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur dimulai yang ditandai dengan penanaman pohon matoa secara simbolis oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Belitung Timur Suparhun, Selasa (22/4).
Kepala Kantor Kementerian Agama Belitung Timur Suparhun menyampaikan, Kemenag Belitung Timur ikut menyelenggarakan penanaman 1 juta pohon matoa yang merupakan program dari Kementerian Agama Republik Indonesia dan dilakukan serentak oleh Kantor Kementerian Agama di seluruh Indonesia.
"Gerakan penanaman 1 juta pohon matoa ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia, jadi baik tingkat pusat, tingkat provinsi, kabupaten sampai Kantor KUA dan madrasah itu diimbau untuk melaksanakan gerakan penanaman 1 juta pohon matoa ini," ujar Suparhun.
Gerakan penanaman 1 juta pohon matoa ini merupakan implementasi dan penguatan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, khususnya untuk memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam dan budaya.
Program ini juga merupakan salah satu Program Prioritas Menteri Agama, yaitu Ekoteologi untuk menjaga keseimbangan lingkungan dalam perspektif keagamaan sebagai respons terhadap meningkatnya polusi dan kerusakan lingkungan.
Kabupaten Belitung Timur menerima 180 bibit pohon matoa, dengan jumlah 150 batang dikirim dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan 30 batang dari Kantor Kementerian Belitung Timur.
Suparhun mengungkap, lokasi penanaman tidak hanya di Kantor Kementerian Agama Belitung Timur, namun juga dilaksanakan di seluruh wilayah Belitung Timur.
"Penanaman pohon matoa ini tidak hanya di Kantor Kemenag saja, namun juga di perkantoran pemerintah daerah, kantor KUA di kecamatan-kecamatan, sekolah-sekolah melalui guru agamanya, sampai ke masjid-masjid yang longgar lahannya. Mengingat banyak sekali bibit yang harus ditanam," ungkap Suparhun.
Tumbuhan pohon matoa dipilih oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk gerakan penanaman pohon di Hari Bumi ke-55 tahun 2025 ini, disebabkan tingginya nilai ekologi dan ekonomis yang di miliki oleh pohon matoa.
Suparhun berharap kedepannya dengan adanya gerakan penanaman 1 juta pohon matoa ini bisa memberi manfaat, baik itu secara ekologi dan ekonomis untung seluruh masyarakat Indonesia.
"Kami tentu berharap adanya gerakan penanaman pohon matoa ini bisa memberikan manfaat nilai ekonomis di seluruh perkantoran, sekolah dan di masjid-masjid. Mengingat matoa adalah salah satu buah yang banyak digemari di masyarakat. Selain itu lebih penting lagi dengan pohon ini bisa merawat bumi, dengan demikian ekologi di seluruh Indonesia itu akan terlindungi melalui gerakan penanaman 1 juta pohon matoa ini," pungkas Suparhun. (del/y1)
| Kejari Gandeng Kodim 0414 Belitung Jaga Stabilitas di Daerah |
|
|---|
| SMAN 1 Manggar Sabet Dua Kategori Juara Semarak Hardiknas |
|
|---|
| Kamarudin Hibahkan 16 Ha Lahan Pribadi untuk SMA Unggul Garuda |
|
|---|
| DPRD Belitung Minta Seleksi Calon Direktur BUP Tanjung Batu Patuhi Aturan |
|
|---|
| Seleksi Direktur BUP Tanjung Batu, Vina Tegaskan Jangan Ada Transaksi Jabatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/MENANAM-BIBIT-MATOA-Kepala-Kantor-Kementerian-Agama-Belitung-Timur-Suparhun.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.