Berita Bangka Selatan
2025, Ada 88 Kasus TB Aktif di Bangka Selatan, Dinkes Telusuri Kontak Erat
Sebanyak 88 warga Kabupaten Bangka Selatan terjangkit penyakit tuberkulosis alias TB.
TOBOALI, BABEL NEWS - Sebanyak 88 warga Kabupaten Bangka Selatan terjangkit penyakit tuberkulosis alias TB. Kasus tersebut merupakan temuan baru penyakit TB yang dialami oleh masyarakat selama lima bulan terakhir.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, Slamet Wahidin mengatakan, periode Januari-Mei 2025 tercatat ada 88 kasus aktif TB diderita masyarakat.
Kasus aktif TB ditemukan pada kalangan kelompok masuk dalam kategori paling berisiko. Mulai dari anak-anak, penderita HIV maupun AIDS, lanjut usia (Lansia) penderita diabetes melitus serta perokok aktif. "Pada awal tahun ini kita sudah menemukan 88 kasus TB baru," kata Slamet Wahidin, Senin (2/6).
Slamet Wahidin membeberkan, 88 kasus yang ditemukan tersebut justru terdeteksi dari puskesmas maupun rumah sakit, bukan dari hasil penelusuran aktif di masyarakat. Secara teknis paling utama dilakukan pemerintah adalah mencari warga masyarakat yang terduga TB, dengan melakukan pemeriksaan di puskesmas. Penemuan kasus baru TB aktif diklaim masih jauh dari jumlah target yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dengan begitu penularan TBC diprediksi masih cukup tinggi dan rentan terjadi di kalangan masyarakat. Ditargetkan sebanyak 528 kasus TB harus ditemukan selama tahun 2025 ini. Mayoritas penularan terjadi akibat kontak erat di dalam rumah. Oleh karena itu, penelusuran dan pengawasan akan terus diperketat hingga kasus TB dapat dieliminasi.
"Dari jumlah masyarakat yang kita hitung, kemungkinan besar target yang tertular itu ada 528 orang," jelas Slamet Wahidin.
Adapun penyebab penyakit TB lanjut dia, dikarenakan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam paru-paru dan mengakibatkan pengidapnya mengalami sesak napas disertai batuk kronis. TB merupakan penyakit yang menduduki peringkat kedua dalam daftar penyakit paling banyak menyebabkan kematian setelah Covid-19.
"Gejala TB biasanya dianggap penyakit batuk biasa dan tidak serius. Sebagian masyarakat enggan untuk memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan," ucapnya.
Walaupun tergolong penyakit mematikan kata Slamet Wahidin, TB menjadi penyakit yang masih bisa disembuhkan. Dengan catatan pasien TB mendapatkan penanganan secara tepat. Biasanya, dokter akan menganjurkan pengidap TB paru untuk mengkonsumsi obat selama enam sampai 12 bulan.
Obat TB umumnya mengandung jenis anti tuberkulosis, yaitu antibiotik yang khusus digunakan untuk mematikan infeksi bakteri TB. "Pengobatannya sendiri terdiri dari dua tahap yaitu intensif dan lanjutan," jelas Slamet Wahidin.
Diakuinya, keberhasilan kesembuhan pasien tuberkulosis karena faktor kepatuhan mengikuti rekomendasi kesehatan dari dokter. Misalnya, mengikuti dan meminum obat terapi pencegahan TB hingga selesai meskipun hasil pemeriksaan bakteriologi menjadi negatif. Hal ini bertujuan untuk membunuh kuman TBC secara tuntas.
"Kepada penderita TB dimohon untuk segera minum terapi pencegahan TB yang diberikan petugas kesehatan," sebutnya.
Dirinya mengimbau seluruh pasien bergejala batuk yang datang ke pusat pelayanan kesehatan untuk melakukan skrining bagi masyarakat yang kontak dengan penderita kasus TB. Sementara pencegahan TB, masyarakat diminta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Termasuk juga dengan lingkungan, tidak merokok dan meminum minuman keras serta tidak begadang.
"Selain itu juga menjaga agar kondisi di rumah terdapat sirkulasi udara," pungkas Slamet Wahidin. (u1)
Maksimalkan Skrining
PEMERINTAH Kabupaten Bangka Selatan, akan memaksimalkan upaya skrining atau pemeriksaan tuberkulosis (TB) di daerah itu. Pemeriksaan dilakukan kepada kelompok rentan terpapar TB, khususnya masyarakat yang tinggal di lingkungan padat penduduk. Pemeriksaan dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat eliminasi penyakit ini pada tahun 2030.
| Pemkab Bangka Selatan Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa, ODGJ Berat Dapat Perhatian Khusus |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Gandeng BPKP Dongkrak PAD |
|
|---|
| Petani Mulai Manfaatkan Tiga Drone, Pemkab Basel Salurkan Pengelolaan Melalui Brigade Pangan |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Terima Pengelolaan Jalan Inpres |
|
|---|
| TNI dan Warga Kebut Pembangunan Empat Jembatan Garuda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Slamet-Wahidin-Bangka-Selatan-nee.jpg)