Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, Slamet Wahidin mengatakan, skrining penting guna mendeteksi kasus TB lebih dini dan mencegah penularan. Pemeriksaan bakal dilakukan kepada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, seperti anak-anak, lansia, orang dengan HIV/AIDS, diabetes dan orang dengan penyakit kronis lainnya. Termasuk orang yang memiliki kontak dekat dengan penderita TB hingga perokok.
"Seperti di lembaga pemasyarakatan atau tahanan. Kemudian daerah-daerah kerumunan yang ada di asrama sekolah," kata Slamet Wahidin, Senin (2/6).
Menurutnya, skrining TB ini dilakukan melalui berbagai cara, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis, pemantauan kontak dan skrining di kelompok berisiko tinggi. Pemerintah juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan jika mengalami gejala batuk berkepanjangan, demam dan penurunan berat badan. Terlebih selama lima bulan terakhir 88 kasus TB aktif ditemukan di Kabupaten Bangka Selatan.
"Maka dari itu kami mengajak masyarakat risiko TB agar dapat mengikuti program terapi pencegahan tuberkulosis," jelas Slamet Wahidin. (u1)