Senin, 20 April 2026

Berita Bangka Selatan

Wujudkan Swasembada Pangan, Bangka Selatan Percepat Infrastruktur Pertanian

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian di sentra produksi padi di daerah itu.

Dokumentasi Protokol
KUNJUNGAN KE BWS - Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid ketika melakukan kunjungan ke Kantor BWS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (17/6/2025) kemarin. Dalam kunjungan tersebut pemerintah setempat ingin mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian di sentra produksi padi di daerah itu. Targetnya dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi dan kesejahteraan petani lokal. Terpenting mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengatakan beberapa hari lalu, dirinya bersama jajaran telah berkunjung ke Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Langkah ini guna mempercepat laju pembangunan di daerah dengan gencar melakukan upaya lobi ke pemerintah pusat. 

Dengan harapan mampu menarik anggaran dari pemerintah pusat untuk mengakselerasi pembangunan di tengah efisiensi anggaran. "Lewat kunjungan ini Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan ingin mempercepat pembangunan infrastruktur untuk program ketahanan pangan," kata Riza Herdavid, Kamis (19/6).

Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur sektor sumber daya air untuk ketahanan pangan sangat penting dan perlu segera direalisasikan. Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan sejumlah program kepada pemerintah pusat melalui BWS. 

Misalnya, program kegiatan program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) termasuk program rehabilitasi. Begitu pula dengan peningkatan dan pembangunan jaringan irigasi berbasis peran serta masyarakat petani di empat desa sentra produksi. Yakni di persawahan Desa Rias, Desa Serdang, Desa Pergam dan Desa Batu Betumpang. 

Lalu, rehabilitasi dan pembangunan Bendungan Mentukul yang bertujuan meningkatkan pelayanan dan efisiensi penggunaan air irigasi. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan air irigasi dengan tiga kali masa tanam. 

Selain itu, kegiatan percepatan rehabilitasi jaringan irigasi (SIPURI) yakni pembangunan daerah irigasi Penutuk Timur senilai Rp3.140.864.000, rehabilitasi irigasi Tanjung Sangkar Rp753.782.000 dan rehabilitasi irigasi Kepoh Rp5.367.955.000.

"Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menawarkan beberapa program terutama terkait dengan ketahanan pangan agar bisa kami realisasikan. Karena ini tidak bisa direalisasikan sendiri, harus kolaborasi, dan dukungan dari BWS Bangka Belitung," papar Riza Herdavid.

Ia menambahkan, pada tahun 2025 pemerintah daerah menargetkan peningkatan produksi padi sebesar 4,41 persen atau sebanyak 1.379,92 ton gabah kering panen (GKP). Pada tahun 2024 produksi padi mencapai 31.290,68 ton GKP. Sedangkan pada tahun 2025 ditargetkan sebesar 32.670,6 ton GKP dari keseluruhan luas areal persawahan. 

Pemerintah kini fokus terhadap kegiatan budi daya dengan melakukan penguatan terhadap prapanen melalui penambahan alat dan mesin pertanian (Alsintan). Perbaikan infrastruktur irigasi untuk memastikan pasokan air yang cukup bagi tanaman padi, terutama di daerah yang bergantung pada irigasi. 

Lalu, penyediaan bibit unggul kepada petani untuk meningkatkan produktivitas padi. Penyuluhan dan pelatihan petani, dengan pengetahuan dan keterampilan terbaru tentang budidaya padi, termasuk penggunaan pupuk, pestisida dan teknologi modern. Kedua, penguatan pada sektor hilirisasi atau pasca panen padi guna meningkatkan nilai tambah hasil panen padi. 

"Bukan hanya sekadar menghasilkan gabah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk turunan yang lebih bernilai. Semua bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan memberikan lebih banyak kesempatan ekonomi," ujarnya.

Riza Herdavid sangat berharap program yang diusulkan ini bisa ditindaklanjuti dan direalisasikan. Percepatan pembangunan infrastruktur pertanian merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar. Tentunya perlu kolaborasi antara pemerintah, swasta dan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitasnya. 

"Karena saat ini Kabupaten Bangka Selatan sudah ditetapkan sebagai kawasan swasembada pangan nasional khususnya di Bangka Belitung," pungkas Riza Herdavid(u1)

Dukung Upaya Pemerintah
DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Selatan memastikan siap mendukung upaya pemerintah setempat dalam mengakselerasi sektor pertanian. Khususnya dalam program percepatan pembangunan infrastruktur sektor sumber daya air. Infrastruktur irigasi yang baik juga berperan penting dalam mengurangi risiko kekeringan.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved