Senin, 27 April 2026

Berita Belitung

Inflasi Belitung-Beltim Lampaui Provinsi, BI Dorong Penguatan Pertanian dan Perikanan

BI mencatat tingkat inflasi di Belitung dan Belitung Timur berada di atas rata-rata inflasi Provinsi Bangka Belitung.

Editor: suhendri
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
PANEN CABAI KERITING - Panen cabai keriting di kebun cabai milik petani di Desa Buluhtumbang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, beberapa waktu lalu. Bank Indonesia Bangka Belitung menyebut bahwa penguatan sektor pertanian dan perikanan penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS — Bank Indonesia mencatat tingkat inflasi di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur (Beltim) berada di atas rata-rata inflasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pada Juli 2025, misalnya, inflasi di Kabupaten Belitung Timur mencapai 3,50 persen dan di Kabupaten Belitung 2,67 persen secara tahunan (year on year), lebih tinggi dari tingkat inflasi provinsi yang berada di angka 2,05 persen.

Karena itu, Bank Indonesia mendorong penguatan sektor pertanian dan perikanan di dua kabupaten ini.

Sebab, sebagian besar komoditas penyumbang inflasi berasal dari kelompok pangan, seperti ikan, bawang merah, dan daging ayam.

“Memang kami fokuskan untuk Kabupaten Belitung dan Belitung Timur, karena dengan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) kami memantau ini secara provinsi (Babel), paling tinggi di dua kabupaten ini,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Beny Okta Tutuarima, di sela kegiatan capacity building pengendalian inflasi di Hotel BW Suite Belitung, Rabu (20/8/2025).

Beny menyebut, meski secara nasional angka inflasi di Belitung dan Belitung Timur tersebut masih berada dalam koridor yang ditetapkan, Bank Indonesia melihat potensi risiko yang cukup tinggi ke depannya.

Hal itu disebabkan kondisi cuaca yang tidak menentu dan sebagian besar komoditas penyumbang inflasi berasal dari kelompok pangan, seperti ikan, bawang merah, dan daging ayam.

Karena itu, Bank Indonesia menggandeng TPID Belitung dan Belitung Timur serta menghadirkan narasumber guna mendorong peningkatan kapasitas kelompok tani dan nelayan agar mampu mengoptimalkan potensi daerah dan mengembangkan alternatif inovasi pengendalian inflasi.

"Sehingga TPID, kelompok tani, kelompok nelayan bisa mengetahui potensi mereka, kemudian alternatif inovasi yang bisa dilakukan untuk membantu pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi," ujar Beny. 

Dia menambahkan, penguatan sektor pertanian dan perikanan juga penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2030 sebagaimana tertuang dalam program Asta Cita.

Saat ini, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada semester lalu baru mencapai 4,05 persen sehingga diperlukan sektor-sektor alternatif selain industri pengolahan seperti tambang dan CPO (crude palm oil). (del)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved