Berita Pangkalpinang
Program Studi Ilmu Politik UBB Kupas Sejarah Mapor, Peserta Antusias Ikut International Class
Program Studi Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar International Class.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Program Studi Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar International Class bertema Tracing the Historical Identity of Bangka and Belitung in Global Relationship, di Ruang Seminar Gedung Babel 1, Kamis (21/8).
Dosen Ilmu Politik UBB, Robing menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari perkuliahan internasional hasil kerja sama Eurasia Foundation dengan Jurusan Ilmu Politik UBB. "Puluhan peserta yang merupakan mahasiswa prodi Ilmu Politik dari semester 3 ini tampak antusias dan serius mengikuti International Class di pertemuan yang perdana pada perkuliahan Semester Gasal tahun ajaran 2025-2026," ujar Robing dalam rilisnya, Jumat (22/8).
Pemateri kegiatan, Dr. Iskandar Zulkarnain, turut memaparkan materi dengan konsep Bangka: From Story to History, yang menyoroti perjalanan genealogis orang Mapor dalam pusaran politik dan identitas global. Ia membagi pemaparannya ke dalam tiga pokok bahasan yakni Asal-usul Identitas Mapor, Subordinasi dalam Politik Global dan Kebangkitan di Era Modern.
"Orang Mapor diyakini memiliki jejak migrasi sejak 60.000-40.000 tahun lalu dari Sri Lanka ke Nusantara. Ciri fisik, bahasa, dan tradisi mereka berbeda dari etnis Melayu maupun Tionghoa, dengan bahasa khas seperti Itiek, Nen, Map, dan Nidi. Beberapa catatan sejarah juga mengaitkan mereka dengan migrasi Austronesia-Mongol pada abad ke-12," jelas Iskandar.
Menurutnya, orang Mapor diyakini memiliki jejak migrasi sejak 60.000-40.000 tahun lalu dari Sri Lanka ke Nusantara. Ciri fisik, bahasa, dan tradisi mereka berbeda dari etnis Melayu maupun Tionghoa, dengan bahasa khas seperti Itiek, Nen, Map, dan Nidi. Beberapa catatan sejarah juga mengaitkan mereka dengan migrasi Austronesia-Mongol pada abad ke-12.
"Masyarakat Mapor terbagi ke dalam tiga kelompok: laut, bukit, dan daratan. Pada masa kolonial Belanda dan Jepang, mereka mengalami eksploitasi sumber daya alam, terutama timah dan sawit. Ketergantungan ini berlanjut hingga era Orde Baru (1967-1998), menempatkan mereka dalam posisi terpinggirkan secara politik dan ekonomi," ujarnya.
Dirinya menyebutkan, kebangkitan orang Mapor ditandai dengan pengakuan politik, seperti adanya Hari Masyarakat Adat Sedunia di tanggal 9 Agustus. Kemudian terbitnya SK Bupati tentang perlindungan masyarakat adat, hingga rencana Raperda 2024.
"Upaya ini memperkuat identitas Mapor sebagai bagian penting dari kearifan lokal Bangka Belitung sekaligus simbol perjuangan masyarakat adat menjaga tanah dan budaya leluhur," kata Iskandar.
Ia juga menegaskan, jika seminar ini menunjukkan Bangka Belitung tidak hanya sekadar memiliki warisan budaya, melainkan bagian dari arus politik global. "Orang Mapor adalah saksi perjalanan panjang interaksi global yang membentuk identitas Bangka Belitung hingga hari ini," pungkas Iskandar. (*/w4)
| Bekisah 2026: SMAN 1 Pemali Rebut Juara Cerdas Cermat Ekonomi Syariah |
|
|---|
| Babel Targetkan Raih Medali di Kejurnas I ORADO 2026 |
|
|---|
| 200 Anak Meriahkan Ajang Kreasi Himpaudi Babel |
|
|---|
| Juleha Babel Latih Penyembelihan Hewan Sesuai Syariat |
|
|---|
| Ratusan Hadiah Dibagikan ke Masyarakat saat Pelantikan Ketua DPD Partai Golkar se-Bangka Belitung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220906-Dosen-Ilmu-Politik-Universitas-Bangka-Belitung-UBB-Robing.jpg)