Kabar Pangkalpinang
Omzet Rumah Makan Ikut Terimbas Harga Bumbu Dapur yang Kian Meroket
Kenaikan harga bahan pokok, khususnya bumbu dapur seperti bawang merah dan cabai, membuat para pedagang warung makan kian tertekan.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kenaikan harga bahan pokok, khususnya bumbu dapur seperti bawang merah dan cabai, membuat para pedagang warung makan kian tertekan.
Tingginya harga bahan baku ini berdampak langsung pada pengeluaran modal usaha mereka, sementara omzet yang diperoleh cenderung menurun.
Yuk Ii, seorang pedagang warung makan mengungkapkan keresahannya terhadap kenaikan harga yang terjadi beberapa bulan terakhir.
Ia menyebut, saat ini hampir semua bahan pokok mengalami lonjakan harga yang signifikan, mulai dari bumbu dapur, minyak goreng hingga sayuran jenis lainnya.
"Harga bumbu dapur sekarang naik, minyak goreng naik, rata-rata sayuran juga naik. Kita yang jualan tentu berimbas karena pengeluaran kita meningkat, jadi omzet yang kita dapat juga berkurang," ujar Yuk Ii saat ditemui Bangkapos.com, Senin (2/12).
Meski begitu, Yuk Ii tetap mempertahankan harga jual menu makanannya. Aneka menu lauk ditawarkan dengan harga mulai dari Rp5.000 per porsi, sedangkan nasi dengan lauk ayam dibanderol Rp15 ribu.
"Kalau kita menaikkan harga, pelanggan pasti enggan juga. Jadi, walaupun bahan pokok naik, harga di warung kita tetap sama. Hanya saja, porsinya agak sedikit lebih kecil dari biasanya," jelasnya.
Selain itu, Yuk Ii juga mencatat adanya penurunan daya beli masyarakat. Menurutnya, kondisi ekonomi yang sulit saat ini membuat pelanggan lebih selektif dalam berbelanja.
Naiknya harga bumbu dapur saat ini turut dikeluhkan para pemilik rumah makan, Yuli.
Ia mengaku cukup berimbas terhadap usahanya apabila harga bumbu dapur tinggi.
"Ya kita jualan pakai banyak bumbu, kalau harga bumbu ini tinggi otomatis omzet kita juga turun karena kalau mau menaikkan harga tidak mungkin juga, ditambah lagi kondisi saat ini," ujarnya.
Dia berharap kondisi perekonomian dan harga bahan pokok ini bisa kembali stabil dan terkendali.
Keluhan serupa juga disampaikan Ayu, pedagang ayam geprek. Ia mengungkapkan bahwa kenaikan harga daging ayam, minyak goreng dan bawang merah cukup memengaruhi pengeluaran usahanya.
"Sekarang semuanya naik, mulai dari daging ayam, minyak goreng, sampai bawang merah. Kita tetap jual dengan harga standar, tapi otomatis untungnya jadi kecil yang penting ada yang beli," ujar Ayu.
Para pedagang berharap pemerintah dapat mengendalikan harga bahan pokok dan perekonomian Babel lebih baik lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Sajian-menu-di-rumah-makan-yang-ada-di-Pangkalpinang.jpg)