Jumat, 24 April 2026

Berita Bangka Tengah

Kemenkeu Satu Babel Dorong UMKM Kurau Naik Kelas

Wilayah Kurau memang dikenal sebagai sentra penghasil ikan segar dan olahan ikan unggulan di Bangka Belitung

Editor: suhendri
Dokumentasi Bea Cukai Pangkalpinang
PEMBERDAYAAN UMKM - Kemenkeu Satu Babel menggelar kegiatan bertajuk “Pemberdayaan UMKM Desa Kurau: Akselerasi Peluang Pembiayaan, Potensi Ekspor, Literasi Keuangan, dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Menuju UMKM Naik Kelas”, Senin (25/8/2025) di kantor Desa Kurau Barat. 

KOBA,  BABEL NEWS  — Sebagai upaya konkret dalam mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas, Kemenkeu Satu Babel menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan UMKM Desa Kurau: Akselerasi Peluang Pembiayaan, Potensi Ekspor, Literasi Keuangan, dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Menuju UMKM Naik Kelas”, Senin (25/8/2025), di kantor Desa Kurau Barat, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah

Kegiatan ini diikuti puluhan pelaku UMKM dari dua sentra utama produk olahan ikan, yakni kemplang dari Desa Kurau dan getas dari Desa Kurau Barat.

Wilayah Kurau memang dikenal sebagai sentra penghasil ikan segar dan olahan ikan unggulan di Bangka Belitung, yang sebagian besar usahanya digerakkan oleh kaum ibu.

Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan UMKM Desa Kurau: Akselerasi Peluang Pembiayaan, Potensi Ekspor, Literasi Keuangan, dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Menuju UMKM Naik Kelas” bertujuan agar UMKM dapat mengakses pembiayaan, meningkatkan literasi keuangan, memperkuat branding produk, sekaligus membuka wawasan peluang ekspor.

Kegiatan tersebut menghadirkan empat narasumber, yakni perwakilan OJK Babel, kreator konten Babel, Shafa Islami Qalbi, perwakilan KPPN Pangkalpinang, dan perwakilan Bea Cukai Pangkalpinang.

Perwakilan OJK Babel membahas mengenai pentingnya literasi keuangan bagi pelaku usaha dan perlindungan konsumen.

Shafa Islami Qalbi membahas mengenai strategi branding dan konten kreatif untuk memperluas pemasaran UMKM.

Perwakilan KPPN Pangkalpinang membahas soal akses pembiayaan dan pemanfaatan layanan keuangan negara.

Adapun perwakilan Bea Cukai Pangkalpinang membahas mengenai potensi ekspor produk olahan ikan Kurau serta peran Bea Cukai dalam fasilitasi perdagangan dan pendampingan UMKM ekspor. 

Kepala Desa Kurau Barat, Sandi, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan lintas instansi yang secara nyata membantu UMKM di wilayah Kurau dan Kurau Barat.

Dia menuturkan bahwa usaha berbasis perikanan di wilayah Kurau telah menjadi sumber mata pencaharian masyarakat secara turun-temurun. 

“Diharapkan dengan adanya dukungan nyata ini nantinya kekayaan hasil laut yang diperoleh dari Desa Kurau dapat dimanfaatkan dan dioptimalkan dengan baik oleh para pelaku usaha UMKM Kurau dan mampu mengolah ikan menjadi produk yang bernilai tambah dan menjadikan UMKM Kurau bisa naik kelas,” kata Sandi dalam rilis yang diterima Bangkapos.com, Selasa (26/8/2025).

Perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung (Kanwil DJPb Babel), Rino Radiansyah, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bagian dari misi Kemenkeu Satu untuk memberdayakan UMKM yang merupakan penopang pilar ekonomi lokal dan langsung berdampak pada sektor riil.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kemenkeu dalam pemberdayaan UMKM melalui kebijakan fiskal yang konkret.

Dukungan tersebut mencakup antara lain insentif pajak, subsidi dan penjaminan kredit, pembiayaan ultra mikro, dan perluasan akses pasar melalui sinergi lintas instansi.

Dengan terus menghadirkan kegiatan serupa di berbagai daerah, Kemenkeu Satu berharap UMKM tak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh produktif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di pasar global. (*/t3)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved