Senin, 20 April 2026

Berita Belitung Timur

50 Pendidik di Belitung Timur Dilatih Penanganan Kasus Anak 

Sebanyak 50 pendidik dari Satuan Pendidikan di Belitung Timur mengikuti pelatihan manajemen dan penanganan kasus anak, di Rumah Makan Vega, Manggar.

IST/Dokumentasi DSPPPA Beltim
PELATIHAN - Para peserta Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Anak yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Belitung Timur, berfoto bersama di sela kegiatan pelatihan yang berlangsung di Rumah Makan Vega, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Kamis (29/8/2025). 

MANGGAR, BABEL NEWS - Sebanyak 50 pendidik dari Satuan Pendidikan di Belitung Timur mengikuti pelatihan manajemen dan penanganan kasus anak, di Rumah Makan Vega, Manggar, Kamis (28/8). Kegiatan ini diketahui dilaksanakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Belitung Timur.

Selama tiga hari yang dimulai sejak 26-28 Agustus 2025, para peserta diberikan kemampuan untuk dikenalkan beragam kekerasan, dan manajemen kasus, yang meliputi asesmen, perencanaan, pelaksaanan sampai evaluasi.

Kepala DSPPPA Belitung Timur, Muhammad Yulhaidir menyampaikan, pelatihan bertujuan memahami strategi penanganan kasus anak secara tepat dan berkeadilan. Menurutnya, berbagai kasus anak di lingkungan sekolah menjadi pendorong pihaknya untuk memberikan pelatihan guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan ramah anak.

"Kita tahu bersama banyak kasus anak yang terjadi di sekolah, salah satunya bullying, ini jadi pendorong kami untuk memberikan pelatihan mengenai  penanganan kasus anak kepada pendidik. Ada 50 pendidik dari SD dan SMP yang kami ikutsertakan, supaya pendidik paham strategi penanganan kasus anak secara tepat dan berkeadilan," tutur Yulhaidir.

Yulhaidir meyakini para pendidik dapat mengimplemetasikan ilmu yang telah didapatkan dalam pelatihan nantinya di sekolah. "Nanti para pendidik yang ikut pelatihan ini dapat mengimplementasikan ilmu yang telah didapatkan dalam pelatihan ini. Jadi setiap kasus anak dapat ditangani dengan pendekatan yang solutif dan berpihak kepada kepentingan terbaik sang anak itu," ungkapnya. 

Melalui kegiatan ini, harapannya dapat memperkuat koordinasi antara sekolah, orang tua dan masyarakat dalam menangani kasus anak(y1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved