Berita Pangkalpinang

Pangkalpinang Perketat Pengawasan Harga Pangan demi Program MBG

Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) Kota Pangkalpinang setiap hari menurunkan tim enumerator untuk menyurvei harga pangan di dua pasar.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
DISTRIBUSI MBG - Siswa SMPN 2 Pangkalpinang bersama panitia menyiapkan dan mendistribusikan paket makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada pelajar dalam acara peluncuran pelayanan MBG untuk wilayah Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Senin (11/8/2025). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang melakukan sejumlah langkah untuk memastikan kelancaran program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.

Salah satunya, memperketat pengawasan harga pangan di dua pasar utama di Pangkalpinang, yakni Pasar Pagi dan Pasar Ratu Tunggal.

Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) Kota Pangkalpinang setiap hari menurunkan tim enumerator untuk menyurvei harga pangan di dua pasar yang dikelola pemerintah tersebut.

Survei dilakukan dengan metode sampling dari tiga titik berbeda, yakni pedagang di bagian depan, tengah, dan belakang pasar.

Pedagang yang dipilih pun bersifat tetap sehingga harga yang dicatat bisa lebih konsisten dan berkesinambungan selama satu tahun penuh.

"Harga-harga yang terkumpul akan langsung kami input ke dalam aplikasi Panel Harga Pangan Nasional milik Badan Pangan Nasional. Update harga bisa diakses masyarakat setiap hari pukul 13.00 WIB melalui aplikasi yang dapat diunduh di Play Store," kata Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispaper Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, usai menghadiri rapat koordinasi program MBG di kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (28/8/2025).

Yiyi menambahkan, selain melaporkan harga ke aplikasi nasional, pihaknya juga melakukan rekap internal sebelum pukul 10.00 WIB setiap hari.

Data tersebut memuat perkembangan harga berbagai komoditas pangan, termasuk tujuh jenis sayuran utama yang menjadi fokus penyediaan bahan untuk program MBG.

Tantangan

Namun, Yiyi mengaku pihaknya masih menghadapi tantangan di lapangan, terutama dari sisi pemasok.

Sejumlah pemasok yang masuk ke Sistem Pasar Pangan Grosir (SPPG) dinilai belum terbuka terkait asal-usul barang sehingga menyulitkan proses verifikasi kualitas.

"Kami tidak merekomendasikan pembelian dari pedagang eceran secara sembarangan, misalnya dari mobil yang baru menurunkan barang, karena kualitasnya sulit ditelusuri. Program ini menyangkut gizi anak-anak, jadi bahan pangan yang masuk harus segar, aman, dan layak konsumsi," ujar Yiyi.

Harga berfluktuasi

Ia juga menyoroti fluktuasi harga sayuran yang kerap terjadi dalam sehari.

Yiyi mengungkapkan, harga pagi hari bisa berbeda jauh dengan harga pada malam atau dini hari.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved